Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah merampungkan kegiatan di Bali. Peninjauan ini difokuskan untuk memantau langsung langkah tanggap darurat dan distribusi logistik pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut sejak 15 Agustus lalu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lokasi terdampak. Kunjungan kerja ini juga ditujukan guna memastikan koordinasi terpadu berjalan solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen terkait di wilayah Pulau Flores.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sejak awal, Presiden telah menginstruksikan agar penanganan darurat serta penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh titik bencana. Fasilitas penunjang medis dan operasional penyelamatan juga terus diperkuat di sejumlah kabupaten terdampak.
Untuk mendukung layanan kesehatan darurat bagi warga, armada medis telah disiagakan di titik-titik pesisir. Rumah sakit kapal milik TNI AL, KRI Soeharso-990, telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Di perairan Kabupaten Manggarai Timur, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga juga disiagakan di Teluk Nangalirang.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penguatan layanan medis di darat dijalankan melalui operasionalisasi rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Pemerintah memastikan proses penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan terus dilanjutkan ke tahap pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur demi memulihkan kehidupan masyarakat setempat.






