Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU) karena masih banyak sekolah dan pondok pesantren di bawah naungan organisasi tersebut yang belum menerima bantuan layar interaktif panel. Permohonan maaf ini disampaikan langsung oleh Presiden saat membuka Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kabar mengenai belum meratanya pembagian fasilitas teknologi tersebut ke lembaga pendidikan NU. Ia mengakui adanya keterlambatan distribusi perangkat layar interaktif panel ke lingkungan pesantren dan sekolah NU.
Penjelasan Pembagian Ranah Kementerian
Prabowo menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan merupakan kesalahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Ia menerangkan bahwa kementerian yang dipimpin Abdul Mu'ti memiliki tugas mengurus sekolah-sekolah negeri, sedangkan sekolah-sekolah dan pesantren di bawah naungan NU berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Karena adanya perbedaan kementerian yang menaungi, koordinasi dan distribusi fasilitas penunjang belajar tersebut sempat mengalami perbedaan waktu pelaksanaan antara sekolah negeri dan lembaga pendidikan di bawah NU.
Komitmen Penyaluran Empat Layar Sekaligus
Kendati mengalami keterlambatan, Presiden memastikan bahwa seluruh ruang kelas sekolah-sekolah NU akan tetap mendapatkan fasilitas layar interaktif yang setara dengan sekolah negeri. Prabowo memaparkan skema distribusi yang telah dan sedang berjalan agar fasilitas yang diterima menjadi berimbang.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pada tahun yang lalu, seluruh sekolah negeri telah menerima bantuan satu unit layar interaktif untuk tiap ruang kelas. Kemudian pada tahun ini, sekolah-sekolah negeri tersebut dijadwalkan menerima tambahan tiga unit layar interaktif.
Untuk mengejar kesetaraan tersebut, Prabowo memastikan sekolah-sekolah NU akan segera menerima alokasi empat unit layar interaktif secara langsung sekaligus. Langkah ini diambil agar pemenuhan fasilitas digital di lingkungan NU dapat segera terealisasi penuh sebagaimana yang telah diterima oleh sekolah-sekolah negeri.






