Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk memaksimalkan operasi pencarian lima jurnalis serta korban insiden KMP Virgo Transport 8 yang hilang di perairan Selat Sunda. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat virtual koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung oleh Presiden dari Istana Kepresidenan pada Rabu (16/9/2026).
Rapat pemantauan tersebut melibatkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Basarnas, hingga Badan Geologi. Fokus utama pembahasan mencakup percepatan evakuasi serta kejelasan nasib delapan orang yang belum ditemukan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Penyelidikan dan Pemenuhan Hak Keluarga Korban
Selain memerintahkan penguatan operasi SAR, Presiden Prabowo menginstruksikan Kementerian Perhubungan untuk terus mengoordinasikan langkah penanganan lanjutan bersama Basarnas. Pemerintah menekankan pentingnya kepastian pemenuhan hak-hak seluruh keluarga korban secara optimal tanpa hambatan administratif.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di samping upaya kemanusiaan, investigasi mendalam terhadap insiden di perairan tersebut juga menjadi perhatian utama. Presiden meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mendalam, dan objektif dengan melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.
Perkembangan Operasi SAR Hari Kesembilan
Di lapangan, operasi pencarian gabungan masih terus berlangsung menyusul hilangnya lima jurnalis yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau serta tiga kru kapal. Hingga memasuki hari ke-9 operasi, tim SAR belum menemukan petunjuk keberadaan kedelapan korban di perairan Selat Sunda maupun wilayah perluasan di Bengkulu.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa skala pencarian telah diperluas dengan mengerahkan 22 unit kapal. Armada tersebut menyisir area perairan seluas 3.439 mil laut persegi (nautical mile) yang dibagi ke dalam delapan sektor operasi.
Upaya penyisiran juga melibatkan Kantor SAR Bengkulu untuk memantau titik-titik perairan di sekitar Pulau Enggano dan garis pantai Bengkulu. Kendati area pemantauan telah diperlebar dan melibatkan puluhan armada lintas instansi, hasil pemindaian di wilayah perairan barat tersebut masih dilaporkan nihil.






