Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) yang dinilai sukses mendorong perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) kembali mencetak laba. Atas capaian tersebut, Presiden memberikan sinyal bahwa pimpinan BP Danantara pantas menerima tanda kehormatan dari negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara peletakan batu pertama atau groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp yang berlangsung di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8/2026).
Lonjakan Pendapatan BUMN dalam Dua Tahun
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, penghasilan BP Danantara beserta BUMN-BUMN terkait mengalami peningkatan pesat hingga ratusan persen. Pembenahan yang dilakukan lembaga tersebut dinilai berhasil membalikkan kondisi keuangan sejumlah BUMN yang selama ini terpuruk.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Bahkan, beberapa BUMN yang sempat mencatatkan kerugian selama belasan hingga puluhan tahun kini mulai berbalik meraup keuntungan. Prabowo menyebutkan bahwa lonjakan kinerja keuangan tersebut terjadi secara signifikan, bahkan terkadang berada di luar perkiraan awal.
Menurut Prabowo, pemulihan kinerja BUMN ini tidak lepas dari faktor kepemimpinan yang berintegritas. Ia menegaskan bahwa pimpinan BP Danantara memiliki kejujuran serta dedikasi dan rasa cinta tanah air yang besar dalam menjalankan amanah pengelolaan investasi negara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penyelamatan Anggaran dari Kebocoran dan Korupsi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengelola keuangan negara. Terkait sumber pendanaan, termasuk untuk penanganan kebencanaan, Prabowo menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari hasil penyelamatan anggaran yang sebelumnya kerap terbuang akibat kebocoran maupun praktik korupsi yang sedang berjalan.
Pemerintah secara konsisten terus menghentikan kebocoran-kebocoran anggaran tersebut demi memastikan setiap rupiah uang negara dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat. Prabowo menyatakan bahwa pihaknya belum berpuas diri dengan capaian yang ada dan menegaskan perlunya kerja yang lebih keras dalam mengelola seluruh pos keuangan negara.






