Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN, Kevin Kim, bersama Kuasa Usaha ad interim (Chargé d'affaires ad interim) US Mission to ASEAN, Joy M. Sakurai. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu (5/9/2026) sore.
Dalam menerima perwakilan diplomatik Amerika Serikat tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh jajaran menteri kabinet. Pejabat yang turut hadir mendampingi jalannya pertemuan antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rangkaian pertemuan diplomatik akhir pekan tersebut turut diunggah dan dibagikan secara resmi melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.
Pembahasan Penguatan Kemitraan Strategis
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan mengenai pertemuan tersebut. Teddy mengungkapkan bahwa dialog antara Presiden Prabowo dan pihak perwakilan Amerika Serikat berlangsung dalam suasana yang hangat serta konstruktif. Diskusi ini menjadi bagian penting dari langkah berkelanjutan untuk terus memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis yang telah terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara. Agenda pembahasan juga menyoroti pentingnya peran bersama dalam mendorong kerja sama serta menjaga stabilitas di kawasan. Teddy menegaskan bahwa penguatan hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat ini dibangun berlandaskan prinsip saling menghormati dan kemitraan yang setara.
Dukungan bagi Stabilitas dan Kemajuan Kawasan
Melalui dialog tersebut, pemerintah berharap landasan hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat semakin kokoh di masa mendatang. Penguatan kemitraan ini diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang semakin erat, konstruktif, serta memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua belah pihak.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain membawa dampak positif bagi hubungan bilateral kedua negara, pertemuan ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kemajuan di kawasan secara lebih luas.






