Presiden Prabowo Subianto menanggapi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai hakikat kekuasaan dalam sistem demokrasi. Tanggapan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat pada Rabu, 9 September 2026.
Prabowo menilai pandangan yang diutarakan AHY disampaikan secara sistematis serta tegas, khususnya terkait prinsip bahwa kekuasaan tidak bersifat abadi bagi siapa pun. Menurut Prabowo, Indonesia telah menetapkan pilihannya sebagai negara demokrasi yang besar. Konsekuensi dari pilihan tersebut menuntut para pemimpin untuk terbuka dan berterima kasih atas setiap kritik maupun koreksi yang masuk demi perbaikan tata kelola pemerintahan.
Selain menyoroti pandangan AHY soal batasan kekuasaan, Prabowo menegaskan kembali komitmen bersama antara pemerintah dan Partai Demokrat. Prabowo menekankan iktikad kuat yang ditunjukkan AHY bersama seluruh jajaran partainya untuk terus bahu-membahu bekerja melayani kepentingan rakyat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pidato yang diungkit Prabowo sebelumnya disampaikan AHY dalam sambutan peringatan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 5 September 2026. Dalam forum internal tersebut, AHY memaparkan refleksi perjalanan politik partainya yang pernah merasakan posisi memimpin pemerintahan maupun berada di luar lingkaran kekuasaan, termasuk merasakan kemenangan dan kekalahan dalam kontestasi pemilu. Dinamika tersebut dinilai menjadi pelajaran berharga bahwa nilai demokrasi wajib dijaga dalam kondisi apa pun.
Dalam paparannya, AHY menegaskan hakikat pemilihan umum sepenuhnya berada di tangan rakyat, sehingga hak masyarakat untuk memilih dan dipilih tidak boleh dihalang-halangi oleh pihak mana pun. AHY turut mengambil contoh dari masa kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun, saat pergantian kekuasaan nasional berjalan tertib, damai, dan demokratis usai masa jabatan dua periode rampung.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

AHY mengingatkan para kader di seluruh Tanah Air bahwa kekuasaan hanyalah amanah rakyat yang terikat batas waktu. Jabatan memiliki masa berlaku dan pemilu berjalan dalam siklus berkala, sedangkan tanggung jawab pengabdian kepada rakyat tidak pernah selesai.






