Kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 21.30 WIB. Kobaran api dilaporkan melanda area dari lantai 11 hingga lantai 16 pada gedung tersebut. Setelah upaya penanganan yang intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WIB. Meskipun terjadi kerusakan fisik pada bangunan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa insiden ini sama sekali tidak mengganggu keamanan data perpajakan daerah maupun keberlangsungan pelayanan publik bagi masyarakat.
Keamanan data perpajakan DKI Jakarta dipastikan tetap terjamin karena seluruh data tersebut telah dicadangkan secara digital. Dengan demikian, proses administrasi perpajakan dapat terus berjalan tanpa hambatan kehilangan data. Selain memberikan kepastian mengenai keamanan data, Gubernur Pramono Anung juga mengonfirmasi bahwa Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta yang terbakar tersebut telah diasuransikan, sehingga proses pemulihan aset dapat berjalan sesuai dengan mekanisme pertanggungan yang ada.
Dalam upaya pemadaman, Damkar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan sebanyak 37 unit armada pemadam kebakaran beserta 185 personel ke lokasi kejadian. Berkat penanganan cepat dari para petugas di lapangan, kebakaran tidak sampai meluas lebih jauh dan dinyatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian guna menyelidiki serta menentukan sumber dan penyebab pasti dari kebakaran.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Meskipun sistem data perpajakan aman, kebakaran ini membawa dampak langsung terhadap sistem pengaturan lalu lintas. Api yang melanda lantai 16 merusak sistem Traffic Management Control (TMC) atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) milik Dinas Perhubungan yang berada di lantai tersebut. Akibatnya, sistem pengaturan lampu merah yang sebelumnya berjalan secara otomatis kini terpaksa dioperasikan secara manual. Menanggapi situasi ini, Pramono Anung langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengerahkan personel tambahan di sejumlah titik jalan guna mengantisipasi kemacetan dan mengatur lalu lintas secara manual selama sistem otomatisasi belum dapat difungsikan kembali.
Selain berdampak pada fasilitas lalu lintas, musibah kebakaran ini juga memengaruhi aktivitas kerja sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) yang tercatat berkantor di gedung tersebut. Gedung Dinas Teknis di Jalan Abdul Muis ini memang digunakan secara bersama oleh beberapa perangkat daerah Pemprov DKI Jakarta. Dinas dan instansi yang berkantor di sana meliputi Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), hingga Bank Jakarta.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Untuk menjaga agar pelayanan dan kinerja pemerintahan tetap berjalan optimal, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah skema kerja sementara bagi para ASN yang terdampak. Para pegawai dapat menjalankan tugas mereka dengan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) secara bergantian. Selain itu, mereka juga diberikan opsi untuk berkantor sementara di kantor suku dinas wilayah kota administrasi maupun memanfaatkan aset-aset dinas lainnya milik Pemprov DKI Jakarta.






