tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BPJS KESEHATAN

Pramono Berencana Bentuk Koperasi Pedagang Pasar Kramat Jati untuk Pasok Ikan ke Rumah Sakit

Lidya RumbayanDiterbitkan 1 Sep 2026 - 22.02 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pramono Berencana Bentuk Koperasi Pedagang Pasar Kramat Jati untuk Pasok Ikan ke Rumah Sakit
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membentuk wadah koperasi bagi para pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Pembentukan koperasi tersebut dirancang untuk mengorganisasi pasokan ikan dari para pedagang agar dapat menyuplai kebutuhan di rumah sakit-rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rencana tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung proses penataan pedagang di Pasar Kramat Jati pada Selasa, 1 September 2026. Gagasan pendirian koperasi ini lahir dari hasil diskusi bersama antara pihak pemerintah daerah, termasuk Wali Kota serta Kepala Dinas UMKM.

Pasok Kebutuhan Ikan Rumah Sakit Pemprov

Menurut Pramono, komoditas ikan yang diperjualbelikan oleh para pedagang di Pasar Kramat Jati memiliki mutu yang segar serta dipatok dengan harga yang terjangkau. Keunggulan tersebut dinilai sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan operasional dan konsumsi di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dengan hadirnya koperasi pedagang, distribusi hasil perikanan dapat disalurkan secara terarah ke jaringan rumah sakit pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi para pedagang sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan berkualitas di unit layanan kesehatan daerah.

Pembebasan Retribusi dan Penataan Fasilitas

Selain mendorong pembentukan koperasi, Pemprov DKI Jakarta turut memberikan relaksasi berupa pembebasan biaya retribusi bagi para pedagang selama enam bulan dalam masa penataan. Biaya retribusi yang digratiskan tersebut tercatat sebesar Rp6.000 per hari atau mencapai Rp180.000 per bulan untuk setiap pedagang.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pramono juga menginstruksikan agar sarana dan prasarana penunjang di lokasi baru pedagang segera dibenahi dengan baik. Aspek fasilitas yang menjadi perhatian utama untuk diperbaiki mencakup saluran air dan sistem sirkulasi udara guna menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan pasar.

Sementara itu, bagi para pedagang yang belum memperoleh tempat berjualan dalam proses penataan saat ini, Pemprov DKI sedang menyiapkan lokasi tambahan. Titik penampungan baru tersebut dipastikan berada tidak jauh dari kawasan Kramat Jati dan diharapkan dapat segera selesai dipersiapkan agar seluruh pedagang terfasilitasi.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungPemprov DKI Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap