Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau seluruh warga Jakarta untuk bersikap terbuka dan membantu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung. Partisipasi aktif masyarakat dinilai krusial agar data yang terkumpul benar-benar menggambarkan situasi lapangan secara akurat.
Imbauan tersebut disampaikan Pramono setelah dirinya didata langsung oleh tim sensus BPS di Balai Kota Jakarta pada Senin (31/8/2026). Ia menyatakan telah memberikan seluruh keterangan yang diminta sesuai dengan kondisi riil tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Pramono menegaskan bahwa keikutsertaan dalam sensus ekonomi merupakan bagian dari tugas konstitusional yang diatur oleh undang-undang. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memberikan keterangan yang sejujurnya kepada petugas lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Data Sensus Tidak Terkait Urusan Perpajakan
Untuk meredam kekhawatiran warga maupun pelaku usaha, Pramono memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan oleh BPS tidak memiliki keterkaitan dengan urusan perpajakan atau penarikan retribusi lainnya. Pendataan ini murni ditujukan untuk memperoleh potret menyeluruh mengenai aktivitas dan struktur ekonomi di wilayah DKI Jakarta.
Dengan adanya data yang faktual, pemerintah dapat memetakan potensi dan tantangan ekonomi daerah secara tepat sasaran tanpa menyalahgunakan data pribadi untuk keperluan di luar statistik resmi.
BPS Sisir Perusahaan yang Belum Terdata hingga 15 September
Pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 15 September 2026. BPS terus mengoptimalkan sisa waktu tersebut untuk menjangkau entitas usaha yang belum tercatat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Perwakilan BPS, Zulkipli, mengungkapkan bahwa capaian pendataan di wilayah DKI Jakarta sebenarnya sudah menyentuh angka 111 persen dari daftar awal (prelist). Meski demikian, masih terdapat sejumlah perusahaan atau tempat usaha yang belum berhasil ditemukan oleh petugas di lokasi.
Petugas BPS memanfaatkan sisa periode pendataan hingga 15 September mendatang untuk menyisir kembali perusahaan yang belum sempat terdata maupun mencari unit usaha yang belum teridentifikasi pada pemetaan awal.






