Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia didorong untuk segera bersiap menghadapi potensi bencana kekeringan yang mengancam sejumlah wilayah produktif. Berdasarkan prediksi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali, hingga Kalimantan bagian selatan menjadi daerah dengan potensi kekeringan tertinggi. Menanggapi situasi yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menekankan pentingnya penguatan mitigasi secara kolaboratif guna meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi pada masyarakat dan sektor pertanian.
Berikut adalah berbagai pertanyaan yang sering diajukan terkait potensi kekeringan tahun 2026, dampaknya terhadap sektor produktif, serta langkah-langkah antisipasi yang disiapkan oleh pemerintah.








