Presiden Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO), Toshiyuki Onuma, mengunjungi kantor pusat AirNav Indonesia untuk meninjau langsung perkembangan sistem pemanduan lalu lintas udara nasional. Kunjungan kerja ini berfokus pada inspeksi fasilitas New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC), termasuk penerapan New Air Traffic Management Automation System (New ATMAS) yang dirancang untuk memperkuat keselamatan dan efisiensi ruang udara.
Dalam peninjauan tersebut, Toshiyuki Onuma mengapresiasi langkah modernisasi teknologi serta inovasi standar keselamatan yang dijalankan oleh AirNav Indonesia. Selama agenda berlangsung, Presiden ICAO didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi Capt Nurcahyo Utomo, serta Direktur Teknik Zainal Arifin Harahap.
Operasional navigasi udara di Indonesia memiliki cakupan geografis yang sangat luas dan kompleks. AirNav Indonesia saat ini mengelola pelayanan navigasi di dua wilayah ruang udara utama, yakni Jakarta Flight Information Region (FIR) dan Ujung Pandang FIR. Bentangan operasional tersebut mencapai sekitar 5.100 kilometer dari barat ke timur, mencakup area seluas 7,79 juta kilometer persegi dan lebih dari 17.000 pulau. Setiap harinya, fasilitas navigasi melayani pergerakan sekitar 5.000 penerbangan serta terus berkoordinasi secara aktif dengan 10 FIR negara lain.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Fasilitas New ATMAS di New JATSC mengintegrasikan berbagai teknologi pemantauan modern untuk mendukung beban operasional tersebut. Sistem surveilans menggabungkan data radar dan Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Sementara pada jalur komunikasi data penerbangan, sistem mendukung fasilitas Controller-Pilot Data Link Communications (CPDLC) dan ADS-Contract (ADS-C).
Untuk memitigasi potensi bahaya di udara, New ATMAS turut dilengkapi fitur peringatan keselamatan (safety-net), seperti Short Term Conflict Alert (STCA), Area Proximity Warning (APW), serta Approach Path Monitoring (APM). Sistem otomatisasi ini juga telah terhubung dengan instrumen pengelolaan informasi penerbangan dan kapasitas lalu lintas udara, termasuk Aeronautical Information Management (AIM) serta Air Traffic Flow Management (ATFM).
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kelancaran operasional navigasi didukung pula oleh Aeronautical Message Handling System (AMHS) yang bertugas mendistribusikan rencana penerbangan (flight plan), pesan ATS, data meteorologi, Notice to Airmen (NOTAM), dan ATS Interfacility Data Communication (AIDC). Jaringan pertukaran pesan data ini terhubung secara langsung dengan otoritas penerbangan Singapura dan Australia. Berdasarkan peta jalan teknis, uji coba sistem AIDC untuk wilayah Jakarta FIR dijadwalkan berlangsung pada 2026 sebelum resmi diimplementasikan penuh pada 2027.






