Seorang mahasiswa program studi S1 Ilmu Keperawatan dari Universitas Muhammadiyah Jember berhasil menarik perhatian publik lewat pencapaian akademisnya yang luar biasa di tingkat nasional dan global. Gilang Arya Mahmudi, yang merupakan penerima manfaat Program Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sukses membukukan sekitar 30 prestasi dalam berbagai ajang kompetisi esai dan karya tulis ilmiah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara motivasi belajar yang tinggi dan dukungan finansial yang tepat sasaran mampu melahirkan mahasiswa berprestasi yang berdaya saing tinggi.
Pencapaian prestisius yang diraih oleh Gilang ini mencakup berbagai kategori kompetisi ilmiah yang diselenggarakan oleh berbagai institusi terkemuka. Di tingkat nasional, Gilang berhasil menyabet gelar Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) SAFE SKIM yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jember. Selain itu, ia juga sukses membawa pulang trofi Juara 1 dalam ajang Essay Nasional Public Health Festival (PHF IV) serta posisi pertama dalam kompetisi National Essay Competition Law in Action yang diadakan di Universitas Jember. Kiprahnya tidak hanya terbatas di dalam negeri, sebab Gilang juga berhasil menorehkan prestasi internasional dengan meraih Juara 2 dalam kompetisi Essay International AIPNEMA Student Innovation.
Keberhasilan menyabet puluhan penghargaan dalam bidang penulisan ilmiah ini tentu tidak terjadi secara instan. Gilang menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia dari Baznas memegang peranan yang sangat krusial dalam perjalanan akademisnya. Bantuan dana yang diterimanya tidak sekadar membantu meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran sehingga ia dapat fokus sepenuhnya pada kegiatan akademik. Lebih dari itu, program beasiswa ini juga dilengkapi dengan pembinaan intensif yang dirancang untuk mengasah kemampuan non-teknis para mahasiswa penerima manfaat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Adanya bimbingan dan pelatihan soft skills secara berkala dari para mentor profesional yang disediakan oleh pihak Baznas menjadi faktor kunci di balik kesuksesan Gilang. Melalui arahan terstruktur dari para mentor, ia mampu mengasah kemampuan analisis, teknik penulisan ilmiah, hingga cara mempresentasikan gagasan secara efektif di hadapan dewan juri. Gilang mengakui bahwa seluruh pembinaan ini memberikan dorongan moral yang sangat besar bagi dirinya untuk terus menantang kemampuan diri dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi ilmiah tingkat tinggi.
Apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa ini datang langsung dari jajaran pimpinan Baznas RI. Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, secara khusus menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang telah diraih oleh Gilang pada Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Idy, capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari latar belakang ekonomi apa pun mampu bersinar dan berprestasi jika diberikan kesempatan serta dukungan pembinaan yang memadai.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Sebagai langkah strategis ke depan, Baznas berkomitmen untuk terus memperkuat dan memperluas jangkauan Program Beasiswa Cendekia. Penguatan program ini dipandang sebagai bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi para mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera di Indonesia. Melalui perluasan akses ini, diharapkan akan ada lebih banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi akademis mereka secara maksimal, sekaligus mencetak generasi muda unggul yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial bangsa.






