tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Program Intervensi Daerah Rawan Pangan Kota Bogor

Ance ManoppoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 22.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Program Intervensi Daerah Rawan Pangan Kota Bogor
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Pemerintah Kota Bogor bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor terus memperkuat sinergi mereka demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan bagi warga yang tergolong rentan. Sebagai salah satu langkah nyata dari kolaborasi ini, diselenggarakan program penanganan intervensi daerah rawan pangan melalui penyaluran bantuan pangan secara langsung. Kegiatan penyaluran bantuan ini dilaksanakan di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 10 Juli 2026 tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, yang turut mengawasi jalannya pembagian bantuan kepada warga setempat.

Program intervensi di daerah rawan pangan ini secara teknis diimplementasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor. Pelaksanaan program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan jangka pendek, melainkan memiliki tujuan strategis yang lebih luas bagi pembangunan daerah. Secara khusus, program dari DKPP Kota Bogor ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan gizi keluarga di tingkat rumah tangga sekaligus menekan angka kemiskinan yang ada di wilayah Kota Bogor. Dengan adanya intervensi pangan ini, diharapkan kebutuhan nutrisi esensial bagi keluarga rentan dapat terpenuhi dengan baik sehingga tingkat kerawanan pangan di kota tersebut dapat diminimalisasi secara signifikan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Dalam penyaluran bantuan ini, setiap keluarga penerima manfaat (KK) mendapatkan paket bantuan pangan yang telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan pokok harian mereka. Paket bantuan pangan yang didistribusikan kepada masing-masing keluarga terdiri dari beras seberat 10 kilogram, telur seberat 2 kilogram, gula pasir seberat 2 kilogram, serta minyak goreng sebanyak 2 liter. Komoditas-komoditas pangan pokok tersebut dipilih secara cermat guna memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi yang seimbang, terutama untuk memenuhi asupan karbohidrat dan protein bagi para penerima manfaat di wilayah tersebut.

Baca Juga

Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara, Pengajuan Refund Dilakukan via WhatsApp

Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara, Pengajuan Refund Dilakukan via WhatsApp

Penyaluran paket bantuan pangan ini tidak dilakukan hanya sekali, melainkan dijadwalkan secara berkala guna memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi stabilitas pangan keluarga. Pemerintah Kota Bogor melalui instansi terkait telah menjadwalkan pendistribusian bantuan ini sebanyak enam kali secara periodik. Program penyaluran berkala ini sudah dimulai sejak bulan Juni 2026 dan direncanakan akan terus berlangsung hingga bulan Oktober 2026. Melalui skema penyaluran yang terjadwal selama beberapa bulan ini, diharapkan beban pengeluaran keluarga rentan dapat berkurang dan ketahanan pangan mereka tetap terjaga secara konsisten.

Untuk memastikan bahwa bantuan pangan ini tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor menerapkan mekanisme verifikasi data yang ketat. DKPP Kota Bogor melakukan pemadanan data penerima manfaat bersama dengan Dinas Sosial. Proses pemadanan data ini merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berfokus pada kelompok masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5. Langkah sinkronisasi data ini sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya salah sasaran dan memastikan keadilan dalam distribusi bantuan sosial di Kota Bogor.

Baca Juga

Kasus Penganiayaan Karyawan Bank Keliling di Tangerang Akibat Pengunduran Diri

Kasus Penganiayaan Karyawan Bank Keliling di Tangerang Akibat Pengunduran Diri

Berdasarkan hasil pemadanan data yang mengacu pada basis data tahun 2025, tercatat ada sebanyak 1.475 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 35 kelurahan di seluruh wilayah Kota Bogor. Salah satu kelurahan yang menjadi titik fokus penyaluran bantuan ini adalah Kelurahan Kebon Kelapa, yang dipimpin oleh Lurah Supyawan. Di Kelurahan Kebon Kelapa sendiri, tercatat sebanyak 76 keluarga yang terdaftar secara resmi sebagai penerima manfaat bantuan pangan ini. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, DKPP, hingga aparat kelurahan setempat, program intervensi pangan ini diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan gizi warga.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ketahanan Pangan

Berita Terbaru Lainnya

Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara, Pengajuan Refund Dilakukan via WhatsAppKasus Penganiayaan Karyawan Bank Keliling di Tangerang Akibat Pengunduran DiriPrestasi Gemilang Penerima Beasiswa Baznas, Sabet 30 Penghargaan di Kompetisi Ilmiah Nasional dan InternasionalPengawasan Laut PSO Bea Cukai Kupang untuk Kelancaran Arus PerdaganganVinFast dan Bank Danamon Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Ekosistem Kendaraan ListrikKampanye Langgeng Bersama Changhong dan Rossa di IndonesiaStatus Hukum Hak Guna Bangunan Sukaramai Trade Center Pekanbaru Pasca Berakhirnya Bangun Guna SerahAlasan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Batalkan Rapat di Jakarta demi Kunjungan ke Alor

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026