Aktivitas perpustakaan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok kian bergeliat seiring meningkatnya antusiasme membaca para siswa. Kehadiran program Sahabat Literasi menjadi motor penggerak utama dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah tersebut.
Melalui inisiatif ini, kelompok siswa diberdayakan menjadi penggerak literasi sekaligus perpanjangan tangan pengelola perpustakaan. Para anggota Sahabat Literasi bertugas mendampingi teman sebaya, membantu pengelolaan buku, hingga memberikan rekomendasi bahan bacaan yang menarik. Bahkan, sejumlah siswa tercatat mampu menyelesaikan satu buku novel dalam waktu sehari sebelum meminjam judul lainnya.
Penguatan fasilitas dan budaya membaca ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk menghidupkan ekosistem literasi di seluruh jaringan Sekolah Rakyat. Pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah turut mendorong para siswa lebih aktif berinteraksi dengan buku.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Guru sekaligus Kepala Perpustakaan SRMP 5 Solok, Enno Aulia Fitri, menjelaskan bahwa Sahabat Literasi memiliki agenda rutin mingguan untuk menjaga antusiasme siswa. Setiap hari Kamis, mereka menggelar rangkaian kegiatan seperti morning literacy, mendongeng, hingga pelatihan menulis cerita pendek.
Koleksi bacaan di perpustakaan SRMP 5 Solok didukung oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bersama perpustakaan daerah setempat. Seluruh buku telah dikurasi oleh para tenaga pendidik agar sesuai dan ramah bagi usia anak sekolah. Di antara koleksi yang tersedia, buku-buku fiksi seperti novel dan komik menjadi kategori yang paling banyak diminati siswa.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Perpustakaan beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga sore hari. Berdasarkan ketentuan peminjaman, setiap siswa diperbolehkan meminjam maksimal tiga buku dengan durasi pinjam selama empat hari, serta diberi opsi perpanjangan waktu jika bacaan belum tuntas.
Keterlibatan aktif siswa terlihat dari rutinitas harian di ruang perpustakaan. Alvino (14), salah seorang anggota Sahabat Literasi, menjalankan jadwal piket berkala untuk merapikan rak buku, mengajak rekan-rekannya berkunjung, serta membuka ruang diskusi seputar isi buku yang telah selesai dibaca.






