Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan program tarif khusus pada moda transportasi wisata Bandung Tour on Bus (Bandros). Melalui program bertajuk "QRISKeun Bandros", masyarakat dapat menikmati layanan transportasi wisata ini dengan tarif spesial hanya sebesar Rp81. Pembayaran tarif promo ini dilakukan secara nontunai dengan memanfaatkan metode pembayaran QRIS. Program ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masa berlaku program promo "QRISKeun Bandros" ini ditetapkan secara terbatas pada tanggal 16 hingga 17 Agustus 2026. Penentuan angka tarif sebesar Rp81 memiliki makna tersendiri. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, menjelaskan bahwa angka Rp81 dipilih secara khusus sebagai bentuk simbol untuk menandai dan memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui penetapan tarif ini, perayaan hari kemerdekaan diwujudkan dalam bentuk fasilitas transportasi publik dan sarana wisata yang dapat dinikmati bersama.
Program tarif spesial Bandros sebesar Rp81 ini dirancang agar dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat secara luas. Layanan promo QRISKeun Bandros terbuka dan dapat dimanfaatkan baik oleh warga Kota Bandung sendiri maupun oleh wisatawan yang datang dari luar daerah. Kehadiran program ini memberikan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat dan pengunjung untuk berkeliling Kota Bandung menggunakan bus Bandros dengan biaya yang sangat terjangkau selama periode pelaksanaan program berlangsung.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Untuk melayani masyarakat yang ingin memanfaatkan tarif promo ini, program QRISKeun Bandros tersedia dan beroperasi di tiga titik lokasi layanan shelter. Tiga titik lokasi tersebut meliputi Shelter Alun-Alun Kota Bandung, Shelter Jalan Diponegoro, serta Shelter Braga. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, memimpin instansi dinas transportasi setempat dalam mendukung ketersediaan fasilitas moda transportasi Bandros bagi masyarakat dan wisatawan di lokasi-lokasi shelter tersebut.
Dari sudut pandang Bank Indonesia, skema pembayaran QRIS pada bus Bandros bukan sebatas kemudahan bertransaksi semata. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, menegaskan bahwa QRIS saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi suatu infrastruktur digital yang terintegrasi secara langsung dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor transportasi publik dan pariwisata menjadi bagian integral dari pemanfaatan infrastruktur digital QRIS tersebut.
Pemanfaatan QRIS dalam layanan transportasi Bandros juga menawarkan pengalaman bertransaksi digital yang mengusung konsep CeMuMuAH. Akronim CeMuMuAH ini menggambarkan pengalaman transaksi pembayaran yang berlangsung secara cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Dengan diterapkannya mekanisme pembayaran digital berbasis QRIS, para penumpang bus Bandros dapat merasakan kepraktisan serta keamanan saat melakukan pembayaran tarif moda transportasi wisata tersebut.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Meskipun penggunaan QRIS terus meluas di berbagai sektor ekonomi masyarakat, Bank Indonesia menekankan bahwa ekspansi penggunaan pembayaran digital harus selalu diiringi dengan edukasi perlindungan konsumen secara berkelanjutan. Langkah edukasi ini dinilai sangat penting agar masyarakat konsumen dapat semakin memahami aspek keamanan transaksi digital, serta memiliki kemampuan dan kewaspadaan dalam mengenali berbagai modus penipuan yang kian berkembang seiring kemajuan teknologi.
Sejalan dengan upaya perlindungan konsumen tersebut, Bank Indonesia mengusung kampanye edukasi keamanan transaksi digital dengan tajuk "Kalau Ragu, Stop Dulu". Melalui kampanye ini, masyarakat diimbau untuk selalu bertindak hati-hati dan tidak terburu-buru saat melakukan aktivitas pembayaran secara digital. Secara khusus, masyarakat diminta untuk tidak mudah mengklik tautan yang mencurigakan, tidak membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun, serta tidak memberikan informasi data pribadi kepada pihak mana pun yang tidak jelas identitasnya.






