Penanganan darurat infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana di Provinsi Aceh mencatatkan perkembangan signifikan dengan realisasi fisik mencapai 92,06 persen. Langkah pemulihan teknis yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I kini mulai diarahkan untuk pemulihan jangka panjang yang menyeluruh hingga tahun 2028 mendatang.
Kepala BWS Sumatera I, Asyari, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penanganan darurat difokuskan pada pembersihan dan normalisasi aliran sungai beserta muara, perkuatan tebing dan tanggul penahan banjir, pengerukan endapan lumpur pada jaringan irigasi pertanian, serta penyediaan akses air bersih bagi warga.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Rincian Capaian di Wilayah Terdampak
Pengerjaan fisik di lapangan terbagi ke dalam beberapa klaster wilayah dengan capaian yang bervariasi:
- Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah: Progres fisik mencapai 87,79 persen. Angka ini mencakup perkuatan tebing dan tanggul sebesar 94,68 persen, pemulihan daerah irigasi 85,84 persen, serta normalisasi sungai 78,03 persen. Pengerjaan lima muara menggunakan ekskavator telah tuntas, sementara pengerukan dengan kapal keruk (dredger) masih berlangsung di tiga muara. BWS Sumatera I juga mengebor tiga titik sumur di sekitar area sinkhole Bener Meriah.
- Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang: Penanganan telah menyentuh 91,04 persen, dengan rincian perkuatan tebing dan tanggul 92,55 persen serta normalisasi sungai dan saluran irigasi 84,74 persen. Pembangunan fasilitas air bersih melalui 24 titik sumur bor di zona ini telah rampung 100 persen.
- Aceh Barat, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara: Seluruh agenda penanganan darurat di kawasan ini telah diselesaikan 100 persen.
Rencana Rehabilitasi Hulu hingga Hilir
Setelah masa tanggap darurat tuntas sepenuhnya, tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi akan segera digulirkan secara terpadu. Pendekatan perbaikan dirancang dari kawasan hulu melalui pembangunan sabo dam guna menahan sedimen, hingga perbaikan muara di sisi hilir.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Langkah normalisasi sungai di Aceh melalui jalur laut tersebut juga telah memperoleh persetujuan dari Prabowo guna mempercepat pemulihan fungsi hidrologi dan perlindungan kawasan pemukiman warga.






