Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Aceh telah menimbulkan dampak serius pada sektor peternakan rakyat. Sebagai penopang utama ekonomi pedesaan, keberlanjutan ternak warga menjadi perhatian mendesak dalam kerangka pemulihan ekonomi pascabencana. Untuk mempercepat kebangkitan usaha warga, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bersama Kementerian Pertanian menyiapkan skema bantuan pakan ternak secara menyeluruh di wilayah terdampak.
Mengapa pemerintah menyiapkan alokasi bantuan pakan ternak hingga 33.430 ton di Aceh?
Berdasarkan pemetaan Data Direktorat Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), total kebutuhan pakan ternak di lokasi terdampak bencana di Aceh mencapai 33.430 ton. Kerusakan sarana pakan dan gangguan pada area gembala mengancam kecukupan nutrisi ternak warga.








