Kondisi pasar modal di Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan jual yang sangat tajam. Hal tersebut terlihat jelas dari volume perdagangan dan nilai transaksi di pasar saham yang tercatat sangat tipis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah anjlok sekitar 29% sepanjang tahun ini. Akibat tekanan jual yang masif tersebut, posisi IHSG saat ini terdorong turun dan berada di kisaran level 6.100. Posisi indeks di level 6.100 saat ini dinilai oleh para analis bersifat oversold atau sudah mengalami jenuh jual. Meskipun kondisi pasar sedang melemah, PT Bank DBS Indonesia meyakini bahwa IHSG bakal bangkit. Indeks diyakini memiliki peluang besar untuk kembali ke level 8.000 pada akhir tahun ini. Menariknya, target pemulihan indeks saham domestik tersebut berada di atas ekspektasi rata-rata para analis pasar modal.








