Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terbuka kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meresmikan rute baru LRT Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026). Meski keduanya terafiliasi dengan kekuatan politik yang berlainan, kolaborasi pembangunan infrastruktur transportasi publik di Jakarta tetap terealisasi.
Prabowo yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra mengakui kinerja Pramono, kader PDI Perjuangan, dalam menuntaskan penambahan rute LRT tersebut. Tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan daerah, Presiden menyebut pencapaian penyelesaian proyek ini sebagai wujud kerja nyata bagi masyarakat.
Sinergi Pelayanan Publik di Kawasan Metropolitan
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa jabatan publik menuntut fokus penuh pada pelayanan masyarakat melampaui sekat kepartaian. Wilayah aglomerasi Jabodetabek kini telah berkembang menjadi kawasan metropolitan berpenduduk 42 juta jiwa yang membutuhkan pembenahan transportasi berkelanjutan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Saya di sini sebagai Presiden, Saudara Pramono Anung sebagai Gubernur, Saudara Rano Karno sebagai Wakil Gubernur, kita pelayan rakyat, kita petugasnya rakyat," kata Prabowo.
Selain menyoroti kesiapan moda transportasi massal, Presiden turut menitipkan pesan terkait tata ruang lingkungan dengan meminta penambahan lebih banyak taman vertikal di berbagai penjuru kota Jakarta guna menjaga keasrian ruang kota.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Fondasi Menuju Kota Global
Pramono Anung menyatakan bahwa penguatan fasilitas publik seperti perluasan rute LRT merupakan bagian dari peta jalan menyongsong 500 tahun atau lima abad usia Jakarta. Pembenahan infrastruktur diarahkan untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing tinggi.
Langkah transformasi tersebut ditopang oleh kinerja indikator makro kawasan. Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ini tercatat mencapai 5,52 persen dengan laju inflasi yang terkendali di posisi 2,5 persen. Dari sisi kontribusi makro, aktivitas perekonomian Jakarta tercatat menyumbang 16,32 persen terhadap total perekonomian nasional.






