Surutnya air di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kembali memunculkan keberadaan puluhan makam kuno ke permukaan. Peristiwa ini terjadi seiring masuknya musim kemarau yang menyebabkan debit dan volume air waduk mengalami penyusutan.
Kondisi makam kuno yang berada di kawasan waduk tersebut saat ini belum seluruhnya terlihat. Struktur nisan dan kijing makam yang tampak di daratan yang mengering baru sebagian saja, sementara banyak makam lainnya dilaporkan masih terendam di dalam air.
Secara fisik, deretan makam kuno tersebut tampak terbuat dari material semacam batu kapur. Kondisi masing-masing makam cukup bervariasi; sejumlah makam terpantau masih utuh, sedangkan sebagian lainnya sudah terkikis oleh gerusan air. Pada beberapa bidang makam juga terdapat ukiran tulisan, meski saat ini kondisinya sudah sangat sulit untuk terbaca.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Fenomena Tahunan Saat Kemarau
Kemunculan makam-makam kuno di dasar perairan Waduk Gajah Mungkur ini merupakan fenomena tahunan yang berulang setiap musim kemarau. Kawasan tempat makam-makam tersebut tampak dahulunya merupakan tempat permakaman umum bagi masyarakat setempat sebelum kawasan itu dialihfungsikan menjadi bendungan.
Keberadaan makam ini memiliki keterkaitan erat dengan riwayat pembangunan Waduk Gajah Mungkur. Pada masa pembangunannya, proyek bendungan tersebut menenggelamkan sebanyak 51 desa yang tersebar di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Wonogiri. Akibatnya, saat air waduk menyusut drastis ketika kemarau melanda, sisa-sisa kompleks permakaman umum masa lampau tersebut kembali menyembul ke permukaan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Meski kemunculan makam kuno ini menjadi siklus rutin tahunan, waktu kemunculannya pada periode kemarau tahun ini mengalami sedikit pergeseran. Pada periode-periode sebelumnya, makam kuno biasanya sudah mulai terlihat sejak bulan Agustus. Namun, pada musim kemarau tahun ini, deretan makam berbahan batu kapur tersebut baru mulai tampak ke permukaan pada bulan September.






