Badan intelijen domestik Israel, Shin Bet, mengambil keputusan darurat untuk memulangkan Yair Netanyahu, putra sulung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dari Amerika Serikat menuju Israel. Langkah pemulangan kilat ini dieksekusi setelah intelijen mendeteksi adanya ancaman pembunuhan nyata yang ditargetkan oleh pihak Iran.
Keputusan evakuasi ditetapkan usai Shin Bet merampungkan skema penilaian risiko komprehensif yang mengonfirmasi adanya ancaman keselamatan signifikan. Lembaga penyiaran Amerika Serikat, Newsmax, melaporkan bahwa Yair menjadi sasaran dugaan plot pembunuhan oleh Iran saat ia tinggal di Florida pada Desember lalu. Mengetahui rencana tersebut, intelijen Israel langsung meneruskan informasi ke pihak berwenang di AS.
Evakuasi dilakukan dalam tempo singkat. Yair, yang selama ini berada di bawah pengawalan ketat tim keamanan, diperintahkan segera meninggalkan tempat tinggalnya tanpa sempat membawa barang-barang pribadi sebelum diterbangkan kembali ke Israel.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi kabar tersebut secara terbuka melalui stasiun televisi Channel 14 Israel. Benjamin menegaskan bahwa Iran memang mengincar dan mencoba menghabisi nyawa putranya.
Sorotan atas Gaya Hidup dan Kritik Publik
Evakuasi darurat ini kembali menarik perhatian publik terhadap keberadaan Yair di luar negeri. Selama menetap di AS, figur yang aktif sebagai aktivis sayap kanan dan podcaster鈥攜ang kerap mengkritik lawan politik ayahnya, jurnalis, serta pengkritik pemerintah di media sosial鈥攂erulang kali memicu kemarahan publik di negaranya.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Laporan The Times of Israel sebelumnya menyoroti gaya hidup mewah Yair serta fasilitas pengamanan berlapis yang didanai penuh oleh kas negara. Warga Israel secara luas melontarkan kritik keras atas dugaan standar ganda, menyoroti kenyamanan yang dinikmati putra perdana menteri di luar negeri sejak eskalasi konflik 7 Oktober 2023, di saat ratusan ribu warga dipanggil bertugas sebagai tentara cadangan.






