Langkah antisipasi dalam menghadapi ketidakpastian pasar saat ini menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar modal di Jakarta. Untuk memberikan panduan dan arah bagi para investor, Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus, memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi alokasi aset yang tepat. Diskusi yang sangat dinanti ini berlangsung dalam program Power Lunch di CNBC. Dipandu oleh presenter Andi Shalini, dialog tersebut mengupas tuntas berbagai langkah taktis serta racikan investasi yang dipersiapkan oleh manajer investasi dalam menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif. Wawancara eksklusif ini disiarkan secara langsung pada hari Senin, 10 Agustus 2026, dan menjadi acuan penting bagi para pelaku industri keuangan.
Salah satu topik utama yang menjadi sorotan dalam diskusi antara Andi Shalini dan Doni Firdaus adalah perkembangan Initial Public Offering atau IPO saham pada tahun 2026. Sepanjang tahun berjalan ini, daftar pencatatan saham baru di bursa efek terpantau belum diisi oleh emiten berskala jumbo. Ketiadaan perusahaan raksasa yang melantai di bursa memberikan dinamika tersendiri bagi pergerakan pasar saham tanah air. Situasi ini membuat para pelaku pasar harus menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap aliran dana masuk yang biasanya dipicu oleh kehadiran emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar yang sangat besar.
Terkait dengan kondisi IPO saham tersebut, Doni Firdaus memberikan penilaian objektif bahwa pencatatan emiten baru pada tahun 2026 memang belum dapat menggerakkan pasar secara signifikan. Karena absennya emiten jumbo, daya dorong terhadap indeks harga saham gabungan secara keseluruhan masih tergolong terbatas. Meski demikian, Doni Firdaus menekankan bahwa penawaran saham perdana ini tidak kehilangan daya tariknya sama sekali. IPO yang ada pada tahun 2026 dinilai masih cukup menarik, khususnya bagi kalangan investor ritel. Para investor ritel ini tetap aktif mencari peluang keuntungan jangka pendek maupun menengah dari saham-saham baru yang mulai melantai di bursa.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Untuk menghadapi ketidakpastian pasar yang terus membayangi, para manajer investasi kini lebih berfokus pada penataan ulang portofolio secara cermat. Doni Firdaus menjelaskan bahwa langkah utama yang diambil oleh manajer investasi seperti Bahana TCW Investment Management adalah membidik sektor-sektor bisnis yang memiliki fundamental yang baik. Selain memiliki landasan fundamental yang kokoh, perhatian utama juga diarahkan pada sektor-sektor yang menawarkan potensi imbal hasil dividen atau dividend yield yang cukup tinggi. Fokus pada dividen ini menjadi strategi pertahanan yang sangat krusial guna memberikan arus kas yang stabil bagi investor di tengah fluktuasi harga saham yang tidak menentu.
Di samping berfokus pada sektor berfundamental kuat dan berdividen tinggi, sektor komoditas juga masuk ke dalam racikan investasi pilihan yang dinilai cukup menjanjikan oleh manajer investasi. Ketertarikan terhadap sektor komoditas ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap perkembangan pasar internasional. Menurut pemaparan Doni Firdaus dalam program Power Lunch tersebut, sektor komoditas memiliki potensi pertumbuhan yang menarik seiring dengan adanya potensi penguatan harga komoditas global di masa mendatang. Penguatan harga di tingkat global ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan emiten-emiten terkait di dalam negeri.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Secara keseluruhan, ulasan yang disampaikan oleh Doni Firdaus bersama Andi Shalini di CNBC memberikan gambaran yang jelas mengenai peta jalan investasi di tengah ketidakpastian tahun 2026. Meskipun pasar IPO belum diramaikan oleh emiten jumbo yang mampu menggerakkan pasar secara masif, peluang investasi tetap terbuka lebar melalui pemilihan sektor yang tepat. Dengan mengombinasikan sektor berfundamental baik, potensi dividend yield yang tinggi, serta pemanfaatan momentum dari sektor komoditas global, manajer investasi berupaya mengoptimalkan imbal hasil bagi para investor dan menjaga stabilitas portofolio mereka sepanjang tahun ini.






