Gejolak ekonomi dan situasi geopolitik global masih menjadi sentimen utama yang diperhitungkan oleh nasabah wealth management dalam menempatkan dana investasi maupun aset mereka sepanjang tahun 2026. Ketidakpastian lanskap global mendorong para investor untuk lebih cermat dalam menyusun alokasi portofolio guna menjaga keamanan dan pertumbuhan kekayaan mereka.
Strategi pengelolaan portofolio tersebut diulas oleh General Manager Divisi Wealth Management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Henny Eugenia, dalam program Power Lunch yang dipandu oleh Shania Alatas di CNBC pada Jumat (11/09/2026).
Penyesuaian Profil Risiko dan Likuiditas
Dalam penjelasannya, Henny memaparkan bahwa penentuan instrumen aset dan investasi bagi para nasabah, khususnya di segmen BNI Emerald dan BNI Private, disesuaikan secara khusus dengan risk appetite atau profil toleransi risiko masing-masing individu. Pendekatan yang dipersonalisasi ini penting agar strategi penempatan dana tetap selaras dengan tujuan keuangan masing-masing nasabah.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain mempertimbangkan profil risiko, nasabah wealth management juga menaruh perhatian besar pada faktor likuiditas dan potensi imbal hasil (yield) dari setiap instrumen yang dipilih. Kombinasi faktor-faktor ini menjadi pertimbangan utama agar portofolio tetap optimal, fleksibel, dan mampu memberikan imbal balik yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Kebutuhan Rebalancing Portofolio
Dinamika global yang terus berkembang juga menuntut para nasabah untuk aktif melakukan penyeimbangan ulang atau rebalancing portofolio secara berkala. Langkah penyesuaian ini diperlukan untuk merespons pergerakan pasar, termasuk mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan, baik dari bank sentral Amerika Serikat The Fed maupun BI Rate dari Bank Indonesia.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Melalui rebalancing yang tepat dan terukur, nasabah BNI Emerald serta BNI Private diharapkan dapat terus memitigasi risiko volatilitas pasar global sekaligus memanfaatkan momentum pergerakan suku bunga acuan secara optimal.






