Wakil Ketua Umum sekaligus Kepala Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Bambang Soesatyo mendorong penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Perjuangan (GBHP) FKPPI sebagai pedoman jangka panjang organisasi. Dorongan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pembukaan Rapimnas Keluarga Besar FKPPI di Bidakara, Jakarta, Jumat (11/9).
Penyusunan GBHP FKPPI diproyeksikan menjadi rujukan utama dalam merancang program kerja berkesinambungan lintas kepengurusan untuk rentang 10 hingga 20 tahun ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk bertransformasi menjadi wadah yang modern, adaptif, profesional, dan mandiri di tengah dinamika nasional.
Dalam forum tersebut, hadir pula jajaran pimpinan organisasi, antara lain Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Sekretaris Jenderal FKPPI Anna R Legawati, Ketua SC Penyelenggara Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, serta Laksma TNI Cholik Kurniawa.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Transformasi Struktur dan Peran Strategis Organisasi
Bambang Soesatyo menyoroti bahwa tantangan terhadap ketahanan nasional saat ini semakin kompleks. Spektrum ancaman kini telah merambah ke berbagai ranah krusial, mulai dari polarisasi sosial dan ketimpangan ekonomi hingga persaingan geopolitik global.
Menjawab tantangan tersebut, penguatan struktur FKPPI yang menjangkau hingga tingkat desa diarahkan untuk menghasilkan kerja nyata di berbagai daerah. Penguatan basis ini turut diimbangi dengan adopsi sistem manajemen modern guna menunjang kelancaran komunikasi vertikal maupun horizontal di internal organisasi.
FKPPI diposisikan sebagai kekuatan masyarakat sipil kebangsaan dengan serangkaian peran strategis, meliputi perekat persatuan, pencetak kader pimpinan, akselerator kesejahteraan rakyat, pendukung ketahanan nasional, agen modernisasi dan kedaulatan digital, serta mitra kritis pemerintah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Perluasan Makna Bela Negara bagi Generasi Muda
Bambang Soesatyo juga menekankan pentingnya redefinisi aksi bela negara bagi generasi muda agar relevan dengan kebutuhan zaman. Upaya membela negara oleh generasi muda kini diwujudkan melalui penguasaan teknologi, jalur kewirausahaan, ketahanan pangan, pencapaian prestasi, serta kepedulian sosial yang nyata.
Selain berkontribusi pada sektor ekonomi dan inovasi, generasi muda dituntut aktif menjaga persatuan, membendung peredaran disinformasi, serta turut terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.






