PT Bangun Kosambi Tbk (dengan kode saham CBDK) secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham atau aksi korporasi yang biasa dikenal sebagai buyback. Perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat terkemuka Sugianto Kusuma, atau yang lebih akrab disapa Aguan, bersama dengan Grup Salim ini, telah menyiapkan dana yang cukup besar untuk merealisasikan rencana tersebut. Total nilai anggaran yang dialokasikan oleh perseroan untuk melakukan buyback saham ini mencapai angka Rp250 miliar.
Aksi korporasi ini dijadwalkan akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Periode pelaksanaan buyback saham CBDK ini akan dimulai pada tanggal 20 Agustus 2026 dan direncanakan akan terus berjalan hingga berakhir pada tanggal 19 November 2026. Guna memastikan kelancaran dan efektivitas jalannya proses transaksi pembelian kembali saham ini di pasar modal, PT Bangun Kosambi Tbk telah menunjuk dan akan dibantu oleh Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pihak yang memfasilitasi eksekusi transaksi tersebut.
Terdapat beberapa tujuan utama di balik keputusan manajemen untuk melangsungkan aksi buyback ini. Salah satu alasan utamanya adalah untuk mengurangi tekanan jual yang terjadi ketika pasar saham sedang mengalami fluktuasi secara signifikan. Selain meminimalisasi tekanan jual di pasar, langkah taktis ini juga dirancang secara khusus untuk menjaga serta memelihara kepercayaan para investor terhadap prospek dan nilai dari perusahaan di tengah kondisi pasar yang dinamis.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Manajemen PT Bangun Kosambi Tbk juga menegaskan dengan jelas bahwa keputusan untuk melakukan pembelian kembali saham ini sama sekali tidak dilatarbelakangi oleh adanya penurunan kinerja operasional maupun pelemahan kondisi fundamental internal perusahaan. Sebaliknya, perseroan menegaskan bahwa saat ini PT Bangun Kosambi Tbk tetap berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Kinerja operasional perusahaan juga dilaporkan tetap stabil, didukung oleh prospek usaha jangka panjang yang dinilai masih sangat baik.
Apabila melihat ke belakang, pergerakan harga saham CBDK di pasar modal memang sempat mengalami tekanan. Terhitung sejak awal tahun berjalan hingga tanggal 19 Agustus 2026, harga saham CBDK tercatat telah mengalami koreksi yang cukup dalam, yakni turun hingga mencapai 57 persen. Penurunan ini sejalan dengan kondisi pasar secara umum, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan pelemahan yang cukup signifikan sebesar 26 persen pada periode yang sama.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Melalui pelaksanaan buyback ini, PT Bangun Kosambi Tbk memberikan indikasi kepada para investor bahwa harga saham yang terbentuk di pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya. Manajemen memandang bahwa harga pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan nilai intrinsik dari perseroan, sehingga aksi korporasi ini menjadi langkah yang tepat untuk memberikan sinyal positif mengenai nilai riil dari perusahaan kepada publik dan pelaku pasar modal.






