tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Rencana Pemerintah Memperbaiki Kualitas Buku Sekolah dan Integrasi Layar Pintar

Sri NugrohoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 00.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Pemerintah Memperbaiki Kualitas Buku Sekolah dan Integrasi Layar Pintar
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Rencana pembenahan kualitas buku pelajaran untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) kini tengah dipersiapkan secara intensif oleh pemerintah Indonesia. Program perbaikan ini berawal dari perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto sewaktu mengecek fasilitas pendidikan dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah sekolah. Saat memeriksa buku pelajaran satu per satu, beliau mendapati bahwa material buku yang digunakan relatif rentan dan mudah rusak, bahkan sebagian buku yang dipegang siswa sudah dalam kondisi rusak. Selain masalah ketahanan bahan, ukuran huruf cetakan pada teks pelajaran dinilai terlalu kecil, sehingga murid-murid khususnya di tingkat sekolah dasar harus membaca dalam jarak yang sangat dekat. Temuan nyata di lapangan inilah yang memicu dorongan kuat bagi pemerintah untuk merombak standar mutu buku ajar secara nasional.

Langkah evaluasi ini menegaskan pandangan pemerintah bahwa upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional tidak bisa hanya berfokus pada salah satu komponen saja. Peningkatan standar pendidikan di tanah air mencakup pembenahan kualitas tenaga pengajar serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah, namun keberadaan buku pelajaran juga menjadi faktor utama yang tidak boleh diabaikan. Buku ajar yang berkualitas rendah secara fisik maupun visual dapat mengganggu kenyamanan siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, perbaikan terhadap aspek fisik buku, kejelasan huruf, dan keawetan bahan cetak dinilai sebanding pentingnya dengan pembangunan gedung sekolah maupun peningkatan kompetensi guru.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Sebagai langkah cepat merespons hasil temuan kunjungan sekolah tersebut, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan perintah langsung kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kedua pejabat tinggi tersebut diinstruksikan untuk melakukan penelitian komparatif mengenai isi dan kualitas buku sekolah dengan membandingkannya terhadap bahan ajar di negara-negara tetangga. Guna keperluan analisis tersebut, pemerintah telah mendatangkan berbagai sampel buku pelajaran dari enam negara kawasan, yakni Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Kamboja, dan Vietnam. Langkah pembandingan ini ditujukan untuk melihat bagaimana negara-negara jiran menyusun tata letak, memilih jenis bahan kertas, menentukan ukuran font, serta menyajikan materi pendidikan bagi peserta didik mereka.

Baca Juga

Aksi Paper Mob Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Menyambut Menteri Sosial

Aksi Paper Mob Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Menyambut Menteri Sosial

Proses perbandingan dan penyusunan standar perbaikan buku pelajaran ini dikawal secara teknis oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi pemerintah terkait. Tim khusus tersebut terdiri dari perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sinergi antarlembaga ini bertugas mengkaji secara mendalam aspek materi kurikulum, kualitas fisik cetakan, hingga aspek ketahanan bahan buku. Hasil kajian tim gabungan ini nantinya menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam merumuskan regulasi dan standar baru perbukuan sekolah dari jenjang SD hingga SMA di seluruh Indonesia.

Di samping perbaikan pada wujud fisik buku cetak, pemikiran baru terkait pemanfaatan teknologi aplikasi dan perangkat pintar juga mulai bergulir. Pemerintah memunculkan gagasan agar seluruh buku pelajaran nasional dapat dipindai dan diunggah ke dalam bentuk digital sehingga bisa diunduh dengan mudah. Buku digital ini dirancang agar terhubung secara langsung dengan perangkat layar pintar atau interactive flat panel yang akan dibagikan ke tiap-tiap sekolah. Melalui integrasi antara dokumen digital yang dapat diunduh dan media layar interaktif tersebut, proses kegiatan belajar mengajar di ruang kelas diharapkan menjadi lebih dinamis, sekaligus memudahkan sekolah dalam mengakses materi bahan ajar secara elektronik.

Baca Juga

Peluang Kerja Hijau di Wilayah Pedesaan Lewat Program Sertifikasi Operator PLTS

Peluang Kerja Hijau di Wilayah Pedesaan Lewat Program Sertifikasi Operator PLTS

Meskipun rencana perbaikan buku dan skema penggunaan layar pintar ini memberikan harapan baru bagi modernisasi pendidikan, pelaksanaan di lapangan masih diwarnai oleh berbagai keterbatasan teknis dan ketidakpastian. Tingkat kesiapan infrastruktur pendukung, seperti keandalan pasokan listrik, ketersediaan jaringan internet, serta kemampuan teknis pengoperasian perangkat lunak di berbagai daerah masih belum merata. Selain itu, rincian mengenai jadwal implementasi secara bertahap, mekanisme distribusi fisik buku perbaikan, serta pengadaan layar pintar di setiap jenjang sekolah masih menunggu hasil kajian final dari tim gabungan Bappenas dan dua kementerian pendidikan. Pemerintah perlu memastikan bahwa transisi ini berjalan realistis tanpa memicu hambatan operasional bagi pihak sekolah.

Inisiatif pembenahan mutu buku pelajaran dari SD hingga SMA menunjukkan komitmen pemerintah untuk menangani permasalahan pendidikan dari aspek yang sangat mendasar. Pemanfaatan studi komparatif dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Kamboja, yang dipadukan dengan wacana integrasi aplikasi layar pintar, menjadi fondasi awal perubahan tersebut. Keberhasilan program ini kelak akan sangat ditentukan oleh kejelasan skema pelaksanaan yang dirumuskan oleh tim gabungan serta kesiapan infrastruktur pendukung di seluruh wilayah Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BappenasPendidikan DigitalBuku PelajaranTeknologi Sekolah

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memeriksa Dukungan eSIM di iPhone dan AndroidAksi Paper Mob Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Menyambut Menteri SosialPeluang Kerja Hijau di Wilayah Pedesaan Lewat Program Sertifikasi Operator PLTSFaktor Utama di Balik Lonjakan IHSG hingga Tembus Level Psikologis 6.400Presiden Taiwan Dievakuasi Tengah Malam dalam Simulasi Krisis dan Uji Jaringan KomunikasiApresiasi Detiktimur Awards 2026 untuk Bahtra Banong dan Solusi Isu Fiskal DaerahKomitmen Kapolri dan KBPBI dalam Mengawal Pembahasan RUU KetenagakerjaanKebakaran Melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jakarta Pusat, 20 Unit Pemadam Dikerahkan

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap