Bagaimana cara memastikan cicilan rumah sesuai dengan kemampuan finansial bulanan sebelum memilih unit hunian? PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan solusi berupa fitur Kalkulator Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi para pencari rumah saat menghadiri Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026 di NICE PIK 2.
Kehadiran kalkulator simulasi ini ditujukan untuk mempermudah calon pembeli memperhitungkan estimasi pembiayaan secara transparan sebelum mengambil komitmen pembelian properti. BNI mengintegrasikan fasilitas hitung pembiayaan ini bersama penawaran produk KPR BNI Griya, sehingga pengunjung pameran bisa langsung menyesuaikan pilihan properti dengan kapasitas anggaran mereka.
Dalam pameran Danantara Housing Expo 2026, BNI menggandeng ratusan pengembang yang menyediakan berbagai kategori properti. Rentang hunian yang ditawarkan mencakup rumah tapak maupun vertikal dari segmen premium, komersial, hingga rumah bersubsidi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Simulasi Pembiayaan Nyata Pengunjung Pameran
Keberadaan alat estimasi pembiayaan ini dimanfaatkan langsung oleh sejumlah pengunjung pameran untuk menakar kemampuan finansial mereka. Salah seorang pengunjung bernama Yohan menggunakan Kalkulator KPR BNI guna memperkirakan skema pembiayaan serta besaran cicilan berkala untuk target hunian di kisaran harga Rp500 juta. Fasilitas hitung cepat tersebut membantunya mengukur kesiapan dana sebelum menentukan unit yang akan dibeli.
Bagi pengunjung lain seperti Sinta yang tengah memasuki tahun ketiga bekerja, pameran ini dimanfaatkan untuk mengumpulkan referensi awal kepemilikan rumah pribadi. Akses terhadap informasi KPR dan simulasi angsuran memudahkannya memetakan batas kemampuan anggaran sejak dini.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Langkah BNI dalam menyediakan sarana simulasi serta skema KPR BNI Griya di Danantara Housing Expo 2026 menjadi bagian dari peran perseroan sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah. Dukungan ini diarahkan agar masyarakat dapat merencanakan kepemilikan hunian pertama maupun lanjutan secara lebih terukur dan sesuai profil keuangan masing-masing.






