Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Tasikmalaya menandai langkah ganda dalam pelestarian sejarah sekaligus penguatan ekonomi rakyat. Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi dan menetapkan kawasan bersejarah tersebut sebagai Cagar Budaya Nasional di Gedung Tugu Koperasi, Tasikmalaya.
Kawasan Tugu Koperasi memiliki nilai historis mendalam bagi gerakan ekonomi Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia pertama pada 12 Juli 1947. Bersamaan dengan agenda pelestarian sejarah tersebut, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengambil langkah aktif untuk memperluas akses permodalan bagi pegiat koperasi di berbagai daerah.
Peran LPDB Koperasi dalam Penguatan Ekosistem Pembiayaan
LPDB Koperasi merupakan satuan kerja pemerintah yang bertugas mengelola dan menyalurkan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir kepada koperasi. Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk membuka akses likuiditas yang terjangkau, baik melalui skema konvensional maupun skema syariah, guna memperkuat permodalan unit usaha anggota koperasi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam kegiatan di Tasikmalaya, jajaran pimpinan LPDB Koperasi hadir secara langsung, meliputi Direktur Utama Krisdianto, Direktur Umum dan Hukum Deva Rachman, serta Direktur Pembiayaan Syariah Ari Permana. Kehadiran ini menegaskan komitmen lembaga dalam mendampingi koperasi agar mampu berkembang secara kelembagaan dan bisnis.
Layanan Coaching Clinic Pembiayaan Dana Bergulir
Sebagai bentuk layanan langsung kepada masyarakat dan pengurus koperasi, LPDB Koperasi membuka Booth Konsultasi Coaching Clinic Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir di kawasan Tugu Koperasi. Fasilitas konsultasi ini menyediakan panduan praktis mengenai:
- Mekanisme pengajuan proposal pembiayaan dana bergulir.
- Persyaratan administratif dan legalitas kelembagaan koperasi.
- Pemilihan skema pembiayaan yang tepat, termasuk pembiayaan syariah.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan bahwa pendampingan melalui coaching clinic ini ditujukan untuk mendorong koperasi agar dapat naik kelas dan berfungsi efektif sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai wilayah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Rencana Pengembangan Kawasan dan Dampak Ekonomi
Revitalisasi fisik dan legalitas cagar budaya pada Tugu Koperasi diposisikan bukan sekadar pelestarian monumen masa lalu. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa kawasan Gedung Tugu Koperasi akan dikembangkan menjadi ruang edukasi sejarah, destinasi wisata, serta ikon kota.
Integrasi antara pelestarian situs sejarah, pembinaan kelembagaan, dan penyediaan pembiayaan LPDB diharapkan menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi baru yang memberdayakan masyarakat berbasis nilai-nilai perkoperasian.






