Bank Indonesia menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kian memburuk dan sulit ditebak. Kondisi perekonomian dunia saat ini dinilai telah mengalami pergeseran mendasar, dari yang sebelumnya berada pada fase ketidakpastian (uncertainty) menjadi fase yang sama sekali tidak dapat diprediksi (unpredictability).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dalam acara Lampung Financial Festival pada Sabtu (5/9/2026). Filianingsih menjelaskan bahwa ketidakpastian di masa lalu masih memungkinkan adanya perkiraan atau proyeksi, sedangkan situasi saat ini berada di luar jangkauan prediksi biasa.
Kondisi berat yang melanda lanskap internasional tersebut juga menjadi sorotan utama dalam forum global G20. Berdasarkan pembahasan di forum tersebut, situasi dunia sedang tidak baik-baik saja seiring dengan tingginya gejolak dan tantangan global, ditambah berlanjutnya perang di kawasan Timur Tengah yang masih membayangi perekonomian dunia.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Mandat dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia
Untuk membentengi perekonomian domestik dari dampak gejolak eksternal, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan (policy mix). Langkah ini dijalankan selaras dengan mandat konstitusional yang diemban oleh bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Filianingsih menegaskan bahwa Bank Indonesia memegang mandat untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, menjaga ketahanan sistem keuangan, serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui implementasi bauran kebijakan tersebut.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kinerja dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan global tercermin dari stabilitas pertumbuhan yang berhasil dipertahankan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Laju pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,6% pada kuartal I-2026, kemudian berlanjut dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29% pada kuartal II-2026.
Untuk keseluruhan tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada pada kisaran 4,9% hingga 5,7%. Sementara itu, tingkat inflasi nasional tetap diarahkan dan dijaga agar berada dalam sasaran target Bank Indonesia, yaitu sebesar 2,5% plus minus 1%.






