tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Robert Kiyosaki Ngaku Punya Utang Rp19 Triliun, Buat Apa?

Wulan WijayaDiterbitkan 3 Sep 2026 - 05.18 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Robert Kiyosaki Ngaku Punya Utang Rp19 Triliun, Buat Apa?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Penulis buku legendaris Rich Dad, Poor Dad, Robert Kiyosaki, membuat pengakuan mengejutkan mengenai kondisi finansialnya saat hadir dalam siniar The Iced Coffee Hour. Kiyosaki mengungkapkan bahwa dirinya memiliki akumulasi utang yang menembus angka US$1,2 miliar atau setara sekitar Rp21,32 triliun dengan asumsi kurs Rp17.770 per dolar AS.

Pernyataan tersebut memicu pertanyaan luas mengenai alasan di balik penumpukan utang dalam jumlah sebesar itu. Berdasarkan keterangannya, pinjaman skala raksasa tersebut tidak dihamburkan untuk keperluan konsumtif, melainkan digunakan secara strategis untuk mengakuisisi aset riil yang mampu mendatangkan arus kas sekaligus mencatatkan apresiasi nilai.

Strategi Akuisisi Real Estate dan Struktur Pinjaman

Kiyosaki menegaskan bahwa alasan utama pihak perbankan bersedia mengucurkan kredit hingga triliunan rupiah terletak pada sektor yang ia bidik, yakni real estate. Saat ini, Kiyosaki mengklaim memiliki portofolio berupa hotel dan sekitar 15.000 properti sewa yang menurutnya mampu menghasilkan pemasukan besar secara efisien dari sisi perpajakan.

Meski angka yang disebutkan mencapai US$1,2 miliar, beban kewajiban tersebut faktanya bukan murni tanggungan pribadi Kiyosaki secara penuh. Sebagian besar utang itu berada di bawah naungan kelompok investor properti yang melibatkan dirinya bersama sejumlah mitra bisnis.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Mantan istri sekaligus rekan bisnisnya, Kim Kiyosaki, melansir laporan Money Wise, menerangkan bahwa liabilitas itu terkait langsung dengan kepemilikan sekitar 1.500 unit apartemen. Porsi utang yang benar-benar menjadi tanggung jawab personal Robert Kiyosaki disebut berada pada jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan total nilai kelompok bisnis tersebut.

Di pasar global, alokasi modal pada sektor properti memang menjadi instrumen dominan bagi pengelola kekayaan besar. Instrumen fisik ini tercatat menyumbang hampir 25 persen dari total portofolio family office pada umumnya.

Diversifikasi Aset dan Jejak Edukasi Finansial

Selain mengandalkan utang produktif untuk memperluas kepemilikan properti sewa, Kiyosaki dikenal konsisten mengarahkan alokasi dananya ke instrumen alternatif. Ia memegang logam mulia seperti emas serta mata uang kripto Bitcoin, yang ia posisikan sebagai instrumen lindung nilai guna mengantisipasi penurunan daya beli uang kertas akibat inflasi.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dalam profil yang dirilis Vanity Fair pada Agustus 2026, Kiyosaki memaparkan bahwa pemikiran keuangannya berakar dari pertemuannya dengan futuris R. Buckminster Fuller puluhan tahun silam. Fuller mendorongnya untuk tidak sekadar mengejar kekayaan pribadi, tetapi juga memiliki tujuan edukasi yang lebih luas.

Kiyosaki kemudian merintis perusahaan edukasi keuangan Money & You bersama Kim Kiyosaki dengan memanfaatkan metode simulasi permainan, sebelum akhirnya merancang permainan papan Cashflow. Konsep pemanfaatan utang dan aset tersebut kemudian dibukukan dalam Rich Dad, Poor Dad pada 1997, karya yang hingga kini telah terjual lebih dari 44 juta kopi di seluruh dunia.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Investasi Properti

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap