Kondisi dua siswi yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan berangsur membaik. Keduanya, yakni Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, kini tengah menjalani penanganan intensif oleh tim medis di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Tim dokter spesialis anak dan psikiatri RSCM telah melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pemulihan fisik maupun psikologis kedua pasien anak tersebut.
Dokter spesialis yang menangani Febiona Purba, dr. Setyo Handryastuti, memastikan bahwa pasien tidak mengalami kerusakan pada sistem saraf pusat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya gangguan fungsi otak, sehingga Febiona diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya dan beraktivitas kembali di sekolah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dari sisi kesehatan mental, dr. Tjhin Wiguna menjelaskan bahwa suasana emosi dan status mental Febiona terpantau cukup stabil. Meski sesekali masih memperlihatkan tanda-tanda kegelisahan, tim medis terus melakukan pendampingan berkala selama masa perawatan.
Sementara itu, perkembangan kondisi Agnesia Paruliana Silitonga disampaikan oleh dr. Henny Adriani Puspitasari bersama dr. Kusuma Minayati. dr. Henny menerangkan bahwa organ ginjal Agnesia telah memasuki fase pemulihan yang sangat baik. Rangkaian evaluasi berupa wawancara klinis, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga ultrasonografi (USG) menunjukkan fungsi ginjal pasien sudah kembali normal.
Kondisi psikiatri Agnesia juga berada dalam kategori stabil dan sesuai dengan tahapan perkembangan psikologis remaja seusianya, sebagaimana dikonfirmasi oleh dr. Kusuma Minayati.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Humas RSCM Jakarta, Sylvia, mengonfirmasi bahwa kedua siswi tersebut telah diterima dan langsung memperoleh penanganan menyeluruh dari tim medis RSCM sejak kedatangan mereka di Jakarta.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebelumnya mengungkapkan bahwa rujukan Febiona dan Agnesia ke RSCM dilakukan atas arahan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pasien yang memiliki indikasi medis serta tingkat trauma lebih tinggi diputuskan untuk dibawa langsung ke Jakarta agar penanganan dan pemulihannya dapat dipantau secara langsung.






