Partai Gerindra Jawa Barat secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meninggalkan partainya untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Gerindra menegaskan bahwa Dedi Mulyadi tetap berstatus sebagai kader partai dan menjabat di jajaran struktur pimpinan pusat.
Klarifikasi ini dikeluarkan guna meluruskan kabar burung yang berkembang di ruang publik terkait pergeseran sikap politik sang kepala daerah. Pernyataan resmi dari fungsionaris Partai Gerindra dan DPP PSI secara bersamaan telah membeberkan fakta sebenarnya perihal isu tersebut.
Klarifikasi Resmi Gerindra Terkait Status Dedi Mulyadi
Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna memberikan penjelasan mendalam untuk menepis spekulasi yang beredar di masyarakat.
Fakta terkait komitmen dan status kepartaian Dedi Mulyadi meliputi:
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

- Sanggahan Tegas: Dedi Mulyadi secara tegas membantah rumor kepindahannya dari Gerindra ke PSI.
- Dukungan Penuh untuk Prabowo: Dalam pernyataan sanggahannya, Dedi Mulyadi menegaskan sikap politiknya yang tetap menghendaki Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia.
- Kedudukan Struktural di Partai: Dedi Mulyadi merupakan kader aktif Partai Gerindra dan memegang amanah strategis sebagai anggota Dewan Pembina di Gerindra Pusat.
Meluruskan Asal-usul Isu Kunjungan ke NTT
Kabar perpindahan partai ini sempat mencuat dan dikaitkan dengan aktivitas Dedi Mulyadi saat mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) pascaperistiwa gempa besar pada pekan lalu. Sebagian pihak menghubungkan kunjungan luar provinsi tersebut dengan agenda politik kepartaian.
Buky Wibawa Karya Guna meluruskan bahwa kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT murni agenda kemanusiaan. Aksi pemberian bantuan serupa juga disalurkan oleh kepala daerah lain, seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, semata-mata atas dasar aspek solidaritas bencana kemanusiaan.
Respons Resmi DPP PSI Terhadap Isu Perekrutan Tokoh
Dari pihak PSI, Dewan Pimpinan Pusat turut merilis pernyataan resmi untuk menyudahi spekulasi rekrutmen politik menjelang kontestasi mendatang.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus membeberkan sejumlah poin penting:
- Tidak Ada Komunikasi Politik: Hingga saat ini tidak pernah ada komunikasi antara pihak PSI dan Dedi Mulyadi terkait rencana bergabung ke partai tersebut.
- Bantahan Upaya Menggaet untuk Pemilu 2029: PSI membantah kabar bahwa partai sedang berupaya merekrut Dedi Mulyadi guna kepentingan Pemilu 2029.
- Konsentrasi pada Agenda Verifikasi KPU: PSI saat ini memusatkan seluruh konsentrasi kerja organisasi untuk lolos tahapan verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
- Komitmen Pilpres Dua Periode: Sikap PSI dalam pemilihan presiden telah ditetapkan sesuai instruksi Joko Widodo selaku Ketua Dewan Pembina PSI, yakni konsisten mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk memimpin selama dua periode.
Langkah Memverifikasi Isu Perpindahan Tokoh Politik
Agar masyarakat dapat mencerna informasi politik secara objektif dan akurat, langkah-langkah verifikasi faktual berikut dapat diterapkan saat menyikapi kabar perpindahan kader partai:
- Memeriksa Konfirmasi dari Pengurus Resmi: Rujuk keterangan resmi dari pengurus dewan pimpinan daerah maupun pengurus pusat partai asal kader bersangkutan.
- Memisahkan Tugas Kemanusiaan dari Manuver Politik: Telaah konteks kegiatan di lapangan, seperti agenda penyaluran bantuan pascabencana alam, agar tidak disalahartikan sebagai manuver konsolidasi kepartaian.
- Meninjau Arah dan Sikap Resmi Partai Terkait: Bandingkan rumor yang beredar dengan fokus kerja partai yang bersangkutan di KPU serta kepatuhan terhadap garis arahan ketua dewan pembina partai.






