Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan bergerak di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini melanjutkan tren positif dari sesi penutupan akhir pekan sebelumnya.
Berikut ringkasan tanya jawab mengenai perkembangan kurs mata uang, faktor pendorong global maupun domestik, serta proyeksi pergerakan rupiah ke depan.
Berapa posisi kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini?
Pada pembukaan perdagangan Senin (24/8/2026), rupiah terapresiasi 0,03% ke posisi Rp17.680 per dolar AS. Penguatan tipis ini memperpanjang tren positif setelah pada perdagangan Jumat (21/8/2026) rupiah ditutup menguat 0,31% di level Rp17.685 per dolar AS, yang merupakan posisi penutupan terkuat rupiah sejak 22 Mei 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Bagaimana kondisi indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS?
Kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terpantau bergerak variatif di pasar global:
- Indeks Dolar AS (DXY): Pada pukul 09.00 WIB, indeks yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia ini tercatat menguat tipis 0,03% ke level 98,834.
- Yield US Treasury: Pada perdagangan Jumat sebelumnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat naik ke posisi 4,738%, sementara tenor 30 tahun berada di level 5,276%.
Apa faktor domestik yang menjadi perhatian terhadap stabilitas rupiah?
Di sisi domestik, pasar menyoroti pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit) Indonesia pada kuartal II-2026 yang mencapai US$12,49 miliar. Angka ini membengkak dibandingkan defisit kuartal sebelumnya sebesar US$3,58 miliar. Tekanan ini terutama dipicu oleh kenaikan defisit perdagangan minyak dan gas (migas) serta penurunan surplus perdagangan nonmigas.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Bagaimana proyeksi pergerakan nilai tukar rupiah hingga akhir tahun?
Berdasarkan proyeksi Bank Danamon, skenario baseline untuk nilai tukar USD/IDR pada akhir tahun diperkirakan berada di rentang Rp17.900 hingga Rp18.150. Level Rp18.000 dinilai masih berada dalam rentang fundamental dan bukan merupakan skenario risiko ekstrem (tail-risk).
Agenda domestik apa yang menjadi fokus pasar selanjutnya?
Pelaku pasar kini menanti agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Pengujian tersebut dijadwalkan berlangsung di hadapan Komisi XI DPR pada Rabu (26/8/2026).






