tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Digital & Keuangan

Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

Andi SompaDiterbitkan 21 Agu 2026 - 05.19 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan hari Kamis, 20 Agustus 2026. Berdasarkan data perdagangan terbaru, mata uang rupiah berhasil terapresiasi sebesar 0,48% dibandingkan dengan hari sebelumnya. Penguatan ini membawa rupiah mendarat di posisi Rp17.740 per dolar AS pada saat perdagangan resmi ditutup. Pergerakan ini menunjukkan kelanjutan tren penguatan mata uang Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan global yang sedang berlangsung.

Apresiasi yang terjadi pada hari Kamis tersebut melanjutkan tren positif yang sudah diraih rupiah pada hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan hari Rabu, 19 Agustus 2026, mata uang Garuda ini juga terpantau ditutup menguat sebesar 0,14%. Pada hari Rabu tersebut, posisi nilai tukar rupiah bertengger di level Rp17.825 per dolar AS. Penguatan berturut-turut dalam dua hari perdagangan ini memberikan sentimen yang cukup positif bagi pergerakan mata uang domestik di pasar valuta asing.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dari faktor eksternal, pergerakan rupiah sangat dipengaruhi oleh melemahnya indeks dolar AS (DXY). Pada pukul 15.00 WIB di hari Kamis tersebut, indeks dolar AS terpantau mengalami pelemahan tipis sebesar 0,08% dan berada di posisi 98,760. Penurunan tipis ini melanjutkan tren koreksi yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan sebelum laporan tersebut dirilis, indeks dolar AS bahkan sempat ditutup jatuh atau ambruk cukup dalam, yakni mengalami penurunan sebesar 0,83%.

Pelemahan indeks dolar AS ini tidak lepas dari kebijakan terbaru yang direncanakan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Lembaga tersebut mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi berjangka panjang. Langkah ini diambil oleh Departemen Keuangan AS dengan tujuan utama untuk menjaga likuiditas di pasar keuangan. Sebelum adanya pengumuman resmi mengenai rencana buyback ini, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dengan tenor 30 tahun sempat melonjak hingga mencapai 5,337%, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2007. Namun, setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana tersebut, imbal hasil obligasi 30 tahun tersebut berangsur-angsur turun hingga ke sekitar level 5,184%.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sementara itu, dari sisi domestik, keputusan kebijakan moneter dalam negeri turut memberikan kepastian bagi pasar. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75%. Keputusan Bank Indonesia ini turut menjadi faktor yang menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga mata uang rupiah dapat ditutup dengan apresiasi yang cukup signifikan pada perdagangan hari Kamis.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaRupiahNilai TukarDolar AS

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap