Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Agenda tatap muka kelima bagi kedua pemimpin tersebut, yang juga menjadi pertemuan kedua mereka dalam kurun waktu satu tahun yang sama, diwarnai pertukaran apresiasi dan penegasan komitmen kemitraan strategis kedua negara.
Prabowo hadir di Vladivostok untuk memenuhi undangan Putin sebagai tamu kehormatan utama dalam forum internasional Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Momentum ini memperlihatkan percepatan kerja sama bilateral jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setelah fondasi diplomatik selama lebih dari lima dasawarsa resmi dinaikkan statusnya menjadi Kemitraan Strategis pada tahun lalu, volume perdagangan bilateral kedua negara langsung mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam pertemuan tersebut, Putin menyoroti peran aktif komisi bersama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Kolaborasi bilateral kini diarahkan pada sejumlah sektor prioritas yang kian luas, mencakup pertanian, pembangunan perkapalan, teknologi digital, hingga sektor energi, khususnya energi nuklir. Langkah diplomasi ekonomi ini turut diperkuat oleh penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Republik Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.
Menanggapi penguatan kerja sama tersebut, Prabowo menekankan posisi Rusia sebagai mitra yang sangat berharga bagi Indonesia. Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia dan Rusia berbagi kesamaan geografis sebagai sesama negara di kawasan Pasifik. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menempatkan fokus utama pada kerja sama maritim dan peningkatan konektivitas lintas wilayah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dalam kunjungan diplomasi ekonomi ke Vladivostok ini, Presiden Prabowo didampingi delegasi kabinet lintas kementerian, meliputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.






