tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Saham Bank BUMN Ramai Dikoleksi Asing di Tengah Stagnasi IHSG Sesi I

Lidya RumbayanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 15.37 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Saham Bank BUMN Ramai Dikoleksi Asing di Tengah Stagnasi IHSG Sesi I
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Aktivitas transaksi pemodal internasional di pasar modal dalam negeri menunjukkan dinamika yang menarik pada perdagangan sesi pertama hari Kamis, 6 Agustus 2026. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun hingga penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak stagnan dan bertahan di level 6.351,22. Meskipun pergerakan indeks acuan tidak mengalami perubahan berarti, aktivitas perdagangan tetap berlangsung aktif dengan total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp10,36 triliun. Di tengah kondisi pasar yang cenderung datar tersebut, saham-saham perbankan milik pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru menjadi incaran utama bagi para investor asing yang melakukan akumulasi beli secara konsisten sepanjang paruh pertama perdagangan hari tersebut.

Ketertarikan investor global terhadap sektor perbankan pelat merah terlihat dari data transaksi harian. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, terdapat tiga bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang berhasil menempati jajaran teratas dalam daftar pembelian bersih oleh investor asing (net foreign buy) selama sesi pertama. Secara akumulatif, ketiga bank BUMN tersebut sukses menyerap aliran dana asing dengan nilai total mencapai Rp163,83 miliar. Masuknya dana asing dalam jumlah besar ini menunjukkan bahwa saham perbankan BUMN masih memiliki daya tarik yang kuat bagi pelaku pasar internasional meskipun kondisi pasar secara umum sedang mengalami konsolidasi.

Jika dirinci lebih mendalam, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBRI memimpin perolehan dana asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp72,70 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan kode saham BMRI menyusul dengan mencatatkan nilai pembelian bersih oleh investor asing sebesar Rp58,21 miliar. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBNI menempati posisi ketiga dengan nilai transaksi beli bersih asing sebesar Rp32,92 miliar. Pembelian masif ini memberikan dorongan positif pada pergerakan harga saham masing-masing bank tersebut di papan perdagangan.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dampak dari aksi beli bersih asing tersebut langsung tecermin pada kenaikan harga saham ketiga bank Himbara. Saham BBRI tercatat mengalami penguatan sebesar 30 poin atau setara dengan 0,99 persen, yang membawa harganya naik ke level Rp3.050 per lembar saham. Langkah serupa juga diikuti oleh saham BBNI yang harganya meningkat 20 poin atau 0,55 persen sehingga ditutup di level Rp3.650 per lembar saham pada akhir sesi pertama. Sementara itu, saham BMRI mencatatkan kenaikan sebesar 10 poin atau 0,24 persen ke level Rp4.230 per lembar saham. Selain ketiga bank tersebut, bank BUMN lainnya yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) juga turut menguat dengan apresiasi sebesar 5 poin atau 0,41 persen ke level Rp1.225 per lembar saham.

Di sisi lain, pergerakan yang bertolak belakang justru terjadi pada saham bank swasta terbesar di Tanah Air, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Saham BBCA justru menjadi sasaran aksi jual terbesar oleh investor global pada perdagangan sesi I hari Kamis tersebut. Investor asing melepas kepemilikan saham BBCA dengan mencatatkan nilai penjualan bersih (net sell) mencapai Rp86,58 miliar. Aksi lego saham oleh investor asing ini menekan harga saham BBCA hingga mengalami koreksi sebesar 50 poin atau melemah 0,78 persen ke level Rp6.400 per lembar saham. Kondisi berbeda dialami oleh saham bank swasta lainnya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), yang justru mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 340 poin atau 8,06 persen ke level Rp4.560 per saham, ditopang oleh pembelian asing senilai Rp6,32 miliar.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Meskipun sejumlah saham perbankan mencatatkan performa positif, sektor finansial secara keseluruhan tercatat sebagai salah satu sektor yang mengalami koreksi pada perdagangan hari itu. Pelemahan di sektor finansial ini terjadi bersamaan dengan koreksi yang melanda beberapa sektor lainnya, seperti sektor kesehatan, teknologi, dan properti. Secara umum, pasar saham Indonesia sebenarnya sedang mengalami tekanan jual dari investor luar negeri. Hal ini terlihat dari catatan aktivitas investor asing yang membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) dengan nilai total mencapai Rp339,05 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi I.

Secara keseluruhan, total nilai transaksi yang melibatkan investor asing pada perdagangan sesi pertama tersebut mencapai angka Rp5,06 triliun. Nilai transaksi tersebut terdiri dari aktivitas pembelian oleh asing (foreign buy) sebesar Rp2,36 triliun dan aktivitas penjualan oleh asing (foreign sell) sebesar Rp2,70 triliun. Perbedaan antara nilai penjualan dan pembelian inilah yang menghasilkan net foreign sell sebesar Rp339,05 miliar. Dengan demikian, meskipun aliran dana asing keluar secara neto dari pasar modal Indonesia secara keseluruhan, saham-saham perbankan BUMN seperti BBRI, BMRI, dan BBNI tetap berhasil menjadi pilihan utama bagi pemodal internasional untuk menempatkan dana mereka di tengah stagnasi IHSG.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGInvestasi Sahamanalisis sahamBank BUMN

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap