Aktivitas transaksi pemodal internasional di pasar modal dalam negeri menunjukkan dinamika yang menarik pada perdagangan sesi pertama hari Kamis, 6 Agustus 2026. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun hingga penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak stagnan dan bertahan di level 6.351,22. Meskipun pergerakan indeks acuan tidak mengalami perubahan berarti, aktivitas perdagangan tetap berlangsung aktif dengan total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp10,36 triliun. Di tengah kondisi pasar yang cenderung datar tersebut, saham-saham perbankan milik pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru menjadi incaran utama bagi para investor asing yang melakukan akumulasi beli secara konsisten sepanjang paruh pertama perdagangan hari tersebut.
Ketertarikan investor global terhadap sektor perbankan pelat merah terlihat dari data transaksi harian. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, terdapat tiga bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang berhasil menempati jajaran teratas dalam daftar pembelian bersih oleh investor asing (net foreign buy) selama sesi pertama. Secara akumulatif, ketiga bank BUMN tersebut sukses menyerap aliran dana asing dengan nilai total mencapai Rp163,83 miliar. Masuknya dana asing dalam jumlah besar ini menunjukkan bahwa saham perbankan BUMN masih memiliki daya tarik yang kuat bagi pelaku pasar internasional meskipun kondisi pasar secara umum sedang mengalami konsolidasi.
Jika dirinci lebih mendalam, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBRI memimpin perolehan dana asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp72,70 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan kode saham BMRI menyusul dengan mencatatkan nilai pembelian bersih oleh investor asing sebesar Rp58,21 miliar. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBNI menempati posisi ketiga dengan nilai transaksi beli bersih asing sebesar Rp32,92 miliar. Pembelian masif ini memberikan dorongan positif pada pergerakan harga saham masing-masing bank tersebut di papan perdagangan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dampak dari aksi beli bersih asing tersebut langsung tecermin pada kenaikan harga saham ketiga bank Himbara. Saham BBRI tercatat mengalami penguatan sebesar 30 poin atau setara dengan 0,99 persen, yang membawa harganya naik ke level Rp3.050 per lembar saham. Langkah serupa juga diikuti oleh saham BBNI yang harganya meningkat 20 poin atau 0,55 persen sehingga ditutup di level Rp3.650 per lembar saham pada akhir sesi pertama. Sementara itu, saham BMRI mencatatkan kenaikan sebesar 10 poin atau 0,24 persen ke level Rp4.230 per lembar saham. Selain ketiga bank tersebut, bank BUMN lainnya yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) juga turut menguat dengan apresiasi sebesar 5 poin atau 0,41 persen ke level Rp1.225 per lembar saham.
Di sisi lain, pergerakan yang bertolak belakang justru terjadi pada saham bank swasta terbesar di Tanah Air, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Saham BBCA justru menjadi sasaran aksi jual terbesar oleh investor global pada perdagangan sesi I hari Kamis tersebut. Investor asing melepas kepemilikan saham BBCA dengan mencatatkan nilai penjualan bersih (net sell) mencapai Rp86,58 miliar. Aksi lego saham oleh investor asing ini menekan harga saham BBCA hingga mengalami koreksi sebesar 50 poin atau melemah 0,78 persen ke level Rp6.400 per lembar saham. Kondisi berbeda dialami oleh saham bank swasta lainnya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), yang justru mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 340 poin atau 8,06 persen ke level Rp4.560 per saham, ditopang oleh pembelian asing senilai Rp6,32 miliar.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Meskipun sejumlah saham perbankan mencatatkan performa positif, sektor finansial secara keseluruhan tercatat sebagai salah satu sektor yang mengalami koreksi pada perdagangan hari itu. Pelemahan di sektor finansial ini terjadi bersamaan dengan koreksi yang melanda beberapa sektor lainnya, seperti sektor kesehatan, teknologi, dan properti. Secara umum, pasar saham Indonesia sebenarnya sedang mengalami tekanan jual dari investor luar negeri. Hal ini terlihat dari catatan aktivitas investor asing yang membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) dengan nilai total mencapai Rp339,05 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi I.
Secara keseluruhan, total nilai transaksi yang melibatkan investor asing pada perdagangan sesi pertama tersebut mencapai angka Rp5,06 triliun. Nilai transaksi tersebut terdiri dari aktivitas pembelian oleh asing (foreign buy) sebesar Rp2,36 triliun dan aktivitas penjualan oleh asing (foreign sell) sebesar Rp2,70 triliun. Perbedaan antara nilai penjualan dan pembelian inilah yang menghasilkan net foreign sell sebesar Rp339,05 miliar. Dengan demikian, meskipun aliran dana asing keluar secara neto dari pasar modal Indonesia secara keseluruhan, saham-saham perbankan BUMN seperti BBRI, BMRI, dan BBNI tetap berhasil menjadi pilihan utama bagi pemodal internasional untuk menempatkan dana mereka di tengah stagnasi IHSG.






