Pergerakan harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali melemah pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Hingga pukul 11.00 WIB, emiten tambang batu bara ini tercatat turun 3,45 persen ke level Rp13.300 per lembar saham, dengan kapitalisasi pasar berada di posisi Rp446,7 triliun.
Penurunan tersebut memperpanjang tren koreksi BYAN di pasar reguler. Dalam 15 hari perdagangan terakhir, saham BYAN sudah anjlok 23,01 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan reli sebelumnya, ketika harga saham sempat melonjak 43,96 persen hanya dalam empat hari perdagangan hingga menyentuh level Rp17.275 per lembar.
Rumor Akuisisi Kepemilikan Saham
Lonjakan tajam dan koreksi beruntun pada saham BYAN dipicu oleh dinamika spekulasi pasar. Saat harga saham melesat ke level Rp17.000-an, pasar diramaikan oleh rumor rencana akuisisi 62,2 persen saham BYAN oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Secara struktur, porsi kepemilikan saham BYAN per 31 Agustus 2026 menempatkan Dato' Low Tuck Kwong sebagai pemegang 40,251 persen saham dan Elaine Low menguasai 22,002 persen saham, sehingga akumulasi kepemilikan keduanya mencapai 62,253 persen. Dari total 33.333.335.000 saham yang tercatat, porsi 62,2 persen setara dengan 20,73 miliar lembar saham.
Berdasarkan harga penutupan 18 Agustus 2026 di level Rp17.275 per lembar, nilai pembelian 62,2 persen saham tersebut secara matematis bernilai sekitar Rp358,17 triliun atau setara US$20,43 miliar. Dalam spekulasi yang berkembang di pasar, tawaran akuisisi tersebut bahkan disebut-sebut terdiskon lebih dari 80 persen dari harga pasar per 18 Agustus 2026.
Klarifikasi Resmi Manajemen dan Bantahan Akuisisi
Menanggapi volatilitas transaksi dan kabar yang beredar luas, manajemen PT Bayan Resources Tbk merilis klarifikasi resmi. Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Agustus 2026, Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham perseroan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Bantahan serupa disampaikan oleh entitas yang terafiliasi dengan Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Dalam penjelasannya kepada bursa, pihak JARR menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN, baik oleh perseroan secara langsung maupun oleh grup usahanya.
Klarifikasi tegas dari kedua pihak meluruskan kabar yang sempat mendorong lonjakan harga saham secara spekulatif. Setelah kepastian tidak adanya transaksi akuisisi dikonfirmasi ke bursa, tekanan jual kembali mendominasi hingga memangkas penguatan harga saham BYAN dalam rentang 15 hari perdagangan terakhir.






