Kantor SAR Banten menyiapkan dua unit pesawat nirawak berkamera termal (drone termal) untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Penggunaan drone termal ini menjadi tumpuan pemantauan udara setelah helikopter maupun pesawat pemantau belum memungkinkan diterbangkan akibat sebaran abu vulkanik dari gunung tersebut.
Kedua drone termal tersebut disiagakan di atas kapal KN SAR Tetuka untuk melakukan pemindaian visual dan suhu di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Kelima jurnalis sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menaiki kapal cepat (speedboat) dari wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan gunung api tersebut.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali bergerak pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB. Penyisiran sempat dihentikan sementara pada Selasa (8/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB akibat jarak pandang terbatas serta kondisi laut yang tidak mendukung. KN SAR Tetuka sempat bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, sebelum melanjutkan pergerakan operasi pada pagi hari.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sebanyak lima sarana utama berstatus siap digerakkan (ready to go) telah disiagakan lintas instansi. Kekuatan armada laut tersebut terdiri atas kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten milik Basarnas Banten, RIB dari Basarnas Lampung, KAL Anyer milik Lanal Banten, serta tambahan dua unit speedboat. Operasi turut didukung armada darat berupa satu unit ambulans dari FBN Banten.
Penyisiran gabungan ini melibatkan unsur dari 16 instansi dan elemen masyarakat, termasuk dukungan 50 personel dari Balawista. Selain memantau perairan terbuka, tim SAR terus memeriksa kemungkinan kapal bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga tradisional yang tidak terpantau radar.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Terkait kabar yang menyebut para jurnalis kemungkinan telah bersandar di Pulau Sebesi, otoritas SAR menyatakan bahwa informasi tersebut masih dalam proses penelusuran lapangan dan hingga saat ini belum dapat dipastikan.






