Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil membongkar keberadaan markas judi kasino tersembunyi yang berlokasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo. Dari penggerebekan tersebut, sebanyak 71 orang sempat diamankan oleh aparat kepolisian, sebelum akhirnya 65 orang di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Dari puluhan tersangka tersebut, pihak kepolisian mengonfirmasi adanya satu orang Warga Negara Asing (WNA) asal China yang turut terlibat. Sementara itu, pemilik kasino yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) belum tertangkap dan masih berstatus buron. Pemilik tersebut diketahui merupakan aktor utama yang mengubah fungsi bangunan gudang menjadi arena kasino.
Kamuflase Perusahaan dan Posko Perjudian
Untuk mengelabui masyarakat dan aparat, markas kasino ini disamarkan layaknya bangunan pergudangan biasa. Saat dicari melalui Google, lokasi tersebut bahkan mencantumkan nama entitas perusahaan berupa PT atau CV tertentu. Namun, hasil penyelidikan membuktikan tidak ada kegiatan usaha resmi dari perusahaan terkait di dalamnya. Bangunan tersebut murni difungsikan sebagai server sekaligus posko operasional perjudian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Operasional kasino ini akhirnya terendus setelah warga mencurigai aktivitas janggal di lokasi. Berbeda dengan aktivitas pertokoan atau pergudangan normal yang berlangsung pada siang hari, bangunan ini justru ramai oleh aktivitas keluar-masuk orang pada malam hari.
Pengamanan Khusus dan Tamu Undangan Menengah ke Atas
Aktivitas di dalam kasino dijalankan dengan sistem keamanan dan penyaringan yang sangat ketat. Para pengunjung tidak diperkenankan langsung membawa kendaraan ke depan bangunan. Mereka diarahkan untuk memarkirkan kendaraan di lokasi yang cukup jauh, seperti di kawasan Gang Malibu, lalu diantar menuju lokasi gudang menggunakan jasa ojek daring.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain wajib menggunakan kode akses khusus untuk dapat masuk ke dalam gedung, kasino ini tidak dibuka untuk umum. Akses bermain dibatasi hanya untuk tamu-tamu undangan dari kalangan ekonomi menengah ke atas, dengan profil pengunjung yang sejauh ini didominasi oleh warga dari wilayah Solo Raya.






