tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Sejarah Bisnis Matahari, Dari Toko Micky Mouse hingga Akuisisi oleh Lippo Group pada 1996

Wulan WijayaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 10.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sejarah Bisnis Matahari, Dari Toko Micky Mouse hingga Akuisisi oleh Lippo Group pada 1996
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Tahun 1996 mencatatkan peristiwa bersejarah dalam peta industri ritel nasional ketika kepemilikan PT Matahari Department Store Tbk secara resmi beralih dari pendirinya ke tangan keluarga konglomerat melalui kelompok usaha Lippo Group. Sebelum transaksi besar tersebut terealisasi, Matahari telah mencatatkan perjalanan bisnis panjang dari sebuah toko pakaian kecil di ibu kota hingga berkembang menjadi raksasa ritel nasional. Dalam sejarah perkembangannya, jaringan ritel ini mampu tumbuh meluas hingga menjangkau 155 gerai yang tersebar di 81 kota di seluruh penjuru Indonesia.

Bagaimana sejarah awal mula berdirinya bisnis ritel Matahari di Indonesia?

Cikal bakal jaringan ritel Matahari bermula pada tahun 1960 dari sebuah toko pakaian bernama Micky Mouse yang didirikan oleh Hari Darmawan di kawasan Pasar Baru, Jakarta. Selama lima tahun pertama, bisnis toko Micky Mouse mencatatkan kinerja yang sangat baik karena berhasil membangun dan mengamankan segmen pasarnya sendiri. Dalam kegiatan operasionalnya, toko Micky Mouse menjual jajaran produk pakaian impor serta melengkapi koleksinya dengan merek pakaian buatan sendiri bernama MM Fashion, yang diproduksi secara langsung oleh istri Hari Darmawan.

Bagaimana proses akuisisi De Zion dan perubahan nama menjadi Matahari pada tahun 1968?

Keberhasilan pengelolaan toko Micky Mouse memperkuat dorongan ekspansi bisnis Hari Darmawan. Pada tahun 1968, keinginan untuk memperluas skala usaha diwujudkan melalui langkah akuisisi terhadap dua unit toko De Zion yang terletak di Jakarta dan Bogor. Langkah ekspansi tersebut berhasil direalisasikan berkat dukungan pembiayaan berupa dana pinjaman sebesar US$200 juta yang diperoleh dari Citibank. Begitu akuisisi diselesaikan, Hari Darmawan segera mengganti nama toko tersebut menjadi Matahari. Keputusan pemilihan nama ini didasari oleh fakta bahwa kata De Zion dalam bahasa Belanda memiliki arti matahari.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Strategi bisnis dan perluasan produk seperti apa yang diterapkan Matahari pada dekade 1970 hingga 1980-an?

Setelah melakukan pengubahan nama toko, Hari Darmawan merancang arah pengembangan bisnis Matahari dengan mengacu pada model operasional ritel asal Jepang, yaitu Sogo Department Store. Keinginan utamanya saat itu adalah membawa Matahari agar dapat beroperasi dan berkembang layaknya Sogo. Melalui strategi tersebut, bisnis Matahari berkembang sangat pesat sepanjang kurun waktu 1970 hingga 1980-an. Komoditas yang dijual di dalam gerai Matahari pun terus ditambah dan diperluas. Gerainya tidak lagi sekadar menjual beragam produk pakaian, tetapi juga menyediakan komoditas lain seperti perhiasan, tas, sepatu, kosmetik, peralatan elektronik, mainan anak, alat tulis kantor, hingga buku.

Kapan PT Matahari Department Store Tbk melantai di bursa saham dan apa ambisi pendirinya?

Seiring pesatnya pertumbuhan gerai dan operasional usaha, langkah strategis berikutnya diambil pada tahun 1989. PT Matahari Department Store Tbk secara resmi menjual sahamnya kepada publik di bursa efek dengan mendaftarkan kode emiten LPPF. Kehadiran perusahaan di bursa saham memperkuat posisi finansial dan reputasinya di pasar ritel nasional. Pasca penawaran saham publik tersebut, Hari Darmawan memiliki ambisi bisnis yang sangat besar, yaitu menargetkan ekspansi jaringan Matahari hingga mencapai 1.000 gerai di berbagai wilayah Tanah Air.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bagaimana persaingan antara Matahari dan WalMart yang dihadirkan oleh James Riady?

Dinamika bisnis ritel Matahari semakin kompleks saat James Riady, seorang bankir muda sekaligus putra dari pendiri Lippo Group Mochtar Riady, masuk ke dalam lanskap persaingan. James Riady sempat menunjukkan niat untuk memberikan fasilitas dana pinjaman senilai Rp1,6 triliun kepada Hari Darmawan. Pada saat yang bersamaan, James Riady membawa merek ritel multinasional asal Amerika Serikat, WalMart, untuk beroperasi di pasar Indonesia. Salah satu langkah kompetisi yang mencolok adalah pembangunan gerai WalMart yang berlokasi persis di depan gerai Matahari. Meskipun berhadapan langsung dengan kekuatan ritel raksasa, Matahari berhasil memenangkan kompetisi tersebut, sementara WalMart kalah saing dan Matahari tetap kokoh berdiri sebagai raja ritel di Indonesia.

Bagaimana proses akhir pengambilalihan Matahari oleh Lippo Group pada tahun 1996?

Meskipun berhasil mempertahankan posisinya dari gempuran persaingan ritel asing, peta kepemilikan Matahari mengalami perubahan secara mendadak pada tahun 1996. Di saat Matahari berada pada puncak masa kejayaannya dengan membukukan nilai omzet mencapai Rp2 triliun, Hari Darmawan secara tiba-tiba mengambil keputusan untuk menerima tawaran pembelian unit bisnis Matahari yang diajukan oleh James Riady. Transaksi penjualan pada tahun 1996 tersebut secara resmi memindahkan seluruh kepemilikan dan kendali atas bisnis Matahari kepada Lippo Group, mengakhiri era pendiri awal dan memulai babak baru Matahari di bawah kendali konglomerasi.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Lippo GroupSejarah Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap