tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCA

Wulan WijayaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 01.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCA
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Keputusan bisnis seorang konglomerat sering kali didasari oleh analisis pasar yang ketat dan kalkulasi finansial yang matang. Namun, bagi pendiri Salim Group, Sudono Salim atau yang dikenal sebagai Liem Sioe Liong, ada faktor lain yang turut memengaruhi arah ekspansi bisnisnya, yaitu petunjuk spiritual. Kisah ini menjadi bagian dari sejarah berdirinya salah satu raksasa perbankan di Indonesia, Bank Central Asia (BCA).

Titik balik penting ini bermula dari sebuah penerbangan menuju Hong Kong pada tahun 1975. Di atas pesawat, pendiri Salim Group, Sudono Salim (Liem Sioe Liong), dan tokoh perbankan Mochtar Riady

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
bertemu secara tidak sengaja. Dalam percakapan di atas awan tersebut, Mochtar Riady menyampaikan ambisinya untuk membangun sebuah bank baru. Di sisi lain, Sudono Salim ternyata sedang berupaya mencari sosok profesional bertangan dingin untuk membenahi serta mengelola tiga bank miliknya, yaitu Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA). Menyadari rekam jejak dan kapasitas tinggi yang dimiliki Mochtar Riady di bidang perbankan, Sudono Salim menawarkan kemitraan strategis kepadanya.

Kemitraan tersebut membuahkan hasil yang luar biasa bagi dunia perbankan Indonesia. Di bawah pengelolaan Mochtar Riady serta dukungan modal dan jaringan luas dari Sudono Salim, BCA yang saat itu masih berskala kecil berhasil ditata ulang. Kolaborasi bersejarah ini membuat BCA tumbuh pesat hingga menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Baca Juga

Laporan Dugaan Penganiayaan oleh Kombes Teddy Fanani Resmi Masuk Polda Sumbar

Laporan Dugaan Penganiayaan oleh Kombes Teddy Fanani Resmi Masuk Polda Sumbar

Di balik keputusan besar untuk bermitra dengan Mochtar Riady, terdapat kisah menarik mengenai keyakinan Sudono Salim terhadap petunjuk spiritual. Keputusan tersebut ternyata dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal di Gunung Kawi. Kawasan Gunung Kawi memang dikenal sebagai lokasi yang kerap didatangi masyarakat untuk mencari bimbingan spiritual, termasuk meminta ramalan. Sekembalinya dari Gunung Kawi untuk menemui peramal, Salim dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa dirinya akan menjadi "Tang Sheng" bagi Mochtar Riady. Pernyataan ini dikutip dari buku tahun 2016 berjudul "Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto" karya Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Perjalanan ke Gunung Kawi bukanlah hal yang asing bagi Sudono Salim. Richard Borsuk dan Nancy Chng mencatat bahwa Salim secara rutin menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi yang memakan waktu sekitar tiga jam. Perjalanan ini dilakukannya sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun. Saat mengunjungi kawasan tersebut, Salim biasanya berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa untuk melakukan ritual spiritualnya.

Setiap kali hendak memulai proyek bisnis berskala besar, Sudono Salim selalu meminta petunjuk kepada peramal dan menjalankan sejumlah ritual terlebih dahulu. Salah satu metode yang biasa digunakannya adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu yang berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu. Proses ini dilakukan hingga sebatang lidi keluar dari tabung. Tulisan yang tertera pada lidi tersebut kemudian akan dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal untuk membantunya mengambil keputusan. Salim sangat mempercayai proses ini karena ia yakin bahwa mengabaikan petunjuk dari peramal dapat membuatnya mengambil keputusan yang keliru dan berujung pada kerugian finansial yang besar.

Baca Juga

Lansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan HP Raib

Lansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan HP Raib

Kepercayaan Sudono Salim terhadap hal-hal spiritual dan feng shui juga terlihat pada tahun 1968. Pada saat itu, Salim bersama kelompok konglomerat yang dikenal sebagai Gang of Four bersiap untuk memulai sebuah usaha bersama. Kelompok Gang of Four ini beranggotakan Sudono Salim, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad. Dalam merintis bisnis ini, Salim bersikeras untuk menggunakan sebuah ruangan kantor yang sempit. Ruangan tersebut hanya dilengkapi dengan satu meja, satu telepon, dua kursi, serta tanpa dilengkapi pendingin udara. Salim bersikeras menggunakan ruangan ini karena ia meyakini lokasi tersebut memiliki feng shui yang sangat baik.

Keputusan tersebut terbukti membawa dampak positif bagi kelangsungan usaha mereka. Bisnis yang dijalankan bersama kelompok Gang of Four tersebut berkembang dengan sangat pesat. Keberhasilan usaha ini kemudian menjadi fondasi yang kuat bagi ekspansi berbagai lini bisnis Salim Group di masa-masa berikutnya. Melalui perpaduan antara kejelian melihat potensi profesional seperti Mochtar Riady, kepatuhan terhadap ramalan spiritual di Gunung Kawi, serta penerapan prinsip feng shui, Sudono Salim berhasil meletakkan dasar bagi imperium bisnisnya di Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sudono SalimMochtar RiadyBCAGunung Kawi

Berita Terbaru Lainnya

Laporan Dugaan Penganiayaan oleh Kombes Teddy Fanani Resmi Masuk Polda SumbarLansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan HP RaibSinergi Kabupaten Bandung dan KPK RI dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan BersihKementan Catat Penerbitan 889 Sertifikat Hak PVT Guna Lindungi Nilai Bisnis Benih UnggulDanantara Perluas Akses Kepemilikan Rumah Pertama untuk Generasi Z melalui Danantara Housing Expo 2026BPK Ungkap Enam Tantangan Transformasi Government 5.0 di IndonesiaRupiah Menguat ke Rp 17.890 dan IHSG Reli di Akhir PekanPenanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 Pelaku

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026