Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menetapkan pemeliharaan kesehatan pegawai sebagai bagian mendasar dari investasi institusi. Langkah ini diambil guna memastikan pembentukan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mampu memberikan kinerja optimal bagi lembaga negara tersebut.
Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal menegaskan bahwa kebugaran fisik dan kesehatan para aparatur memiliki keterkaitan langsung dengan daya dukung organisasi. Menurutnya, kekuatan maupun produktivitas kerja institusi tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan setiap pegawai yang menjalankan tugas-tugas operasional dan keparlemenan.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan ini, Setjen DPD RI menggelar Health Talk & Sharing Session bertajuk "Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat" di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta. Dalam agenda tersebut, M. Iqbal secara khusus menginstruksikan setiap unit kerja untuk melakukan pendataan terhadap pegawai yang masuk kategori obesitas. Pendataan ini ditujukan agar institusi dapat memberikan pendampingan terarah serta mendorong partisipasi aktif pegawai dalam kegiatan olahraga.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Deteksi Dini dan Edukasi Penyakit Metabolik
Dalam forum edukasi kesehatan tersebut, dokter spesialis penyakit dalam dari Eka Hospital Depok, Gerry Permadi, memaparkan ancaman penyakit perlemakan hati atau fatty liver. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak pada organ hati yang berkaitan erat dengan obesitas dan gangguan metabolik.
Gerry menjelaskan bahwa fatty liver kerap berlangsung tanpa menimbulkan gejala berarti pada stadium awal, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi. Selain itu, perlemakan hati dan diabetes dapat saling memperburuk profil metabolik seseorang. Langkah pencegahan yang disarankan mencakup pengendalian berat badan, penerapan pola makan sehat, olahraga berkala, pemantauan kadar kolesterol, serta menghindari konsumsi alkohol.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kepala Klinik Pratama DPD RI, Emirianti, menambahkan bahwa penanganan masalah metabolik menuntut deteksi sedini mungkin. Upaya pemeriksaan komprehensif dapat dilakukan melalui uji laboratorium berkala serta pemeriksaan radiologis seperti USG dan Fibroscan untuk mengevaluasi derajat kesehatan organ hati.
Sejalan dengan program penguatan kesehatan kerja ini, Setjen DPD RI juga tengah memproses peningkatan status fasilitas kesehatan internalnya dari Klinik Pratama menuju Klinik Prima. Langkah peningkatan mutu ini dilakukan untuk menyesuaikan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan DPD RI dengan standar akreditasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.






