Pemerintah membuka peluang penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan tanggapan terkait potensi pemberlakuan PJJ bagi para siswa, khususnya di kawasan Jakarta dan wilayah sekitarnya yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Qodari menjelaskan bahwa keputusan terkait operasional kegiatan belajar mengajar di tengah potensi bahaya lingkungan didasarkan pada indikator tingkat polusi di masing-masing lokasi. Apabila indikator polusi udara di suatu daerah telah mencapai tingkat atau kriteria yang dinilai berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan warga, maka pemerintah daerah setempat diberikan ruang atau kewenangan untuk mengambil langkah penyesuaian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pemerintah daerah yang bersangkutan memiliki wewenang untuk menetapkan skema pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring bagi para peserta didik. Guna memastikan pemantauan berjalan terkoordinasi, Bakom RI menjalin koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri guna memperoleh pembaruan informasi terkini dari seluruh tingkatan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak oleh letusan Gunung Anak Krakatau.
Di sisi lain, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa dampak sebaran material erupsi telah menjangkau sejumlah wilayah. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyatakan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau teridentifikasi menyebar ke lima provinsi, yaitu Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, serta Bengkulu.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Proses pemantauan pergerakan sebaran abu vulkanik dilakukan melalui integrasi sejumlah data dan instrumen pengamatan. Pemantauan tersebut memanfaatkan gabungan data informasi erupsi serta Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, hingga analisis citra satelit Himawari-9 milik BMKG. Mengingat kondisi sebaran abu yang dapat berubah, Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, tetap berada di dalam ruangan, dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah.






