Bursa Efek Indonesia mencatat terdapat tujuh perusahaan yang masuk ke dalam antrean atau pipeline pencatatan saham perdana hingga 4 September 2026. Berdasarkan data bursa, komposisi calon emiten tersebut didominasi oleh perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin menyatakan bahwa hampir separuh dari total entitas yang berada di dalam antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering memiliki kepemilikan aset berskala besar.
Rincian Skala Aset Calon Emiten
Berdasarkan klasifikasi nilai aset yang dimiliki calon emiten, BEI mengelompokkan pipeline tersebut ke dalam tiga tingkatan skala. Kategori aset skala besar menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak, yakni tiga perusahaan yang masing-masing memiliki aset bernilai lebih dari Rp250 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sementara itu, dua perusahaan lainnya tergolong ke dalam kategori aset skala menengah dengan total kepemilikan aset di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Adapun dua calon emiten selebihnya berada pada kategori aset skala kecil dengan total nilai aset di bawah Rp50 miliar.
Sebaran Sektoral dan Realisasi IPO
Ditinjau dari sektor usahanya, sektor kesehatan menempati posisi teratas di dalam pipeline pencatatan saham dengan total tiga perusahaan. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor energi yang memiliki dua perusahaan dalam daftar antrean.
Selain sektor kesehatan dan energi, sektor barang konsumen primer atau konsumer primer tercatat memiliki satu perwakilan perusahaan, begitu pula dengan sektor industri yang mengirimkan satu calon emiten ke dalam antrean BEI.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di sisi lain, terdapat sejumlah sektor usaha yang saat ini belum memiliki perwakilan calon emiten di dalam pipeline pencatatan saham bursa. Sektor-sektor yang nihil perwakilan tersebut meliputi sektor bahan baku, barang konsumen non-primer, finansial, infrastruktur, properti, teknologi, serta transportasi dan logistik.
Mengenai realisasi pencatatan saham sepanjang tahun berjalan hingga 4 September 2026, BEI telah menghimpun sebanyak tujuh emiten baru yang resmi melantai di pasar modal. Dari seluruh aksi pencatatan saham tersebut, total perolehan dana yang berhasil dihimpun oleh bursa mencapai Rp2,16 triliun.






