Sidang Pleno 5 Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan sembilan ulama sepuh dan kiai khos sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Minggu (30/8) malam. Penetapan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur ini membawa mandat besar bagi sembilan ulama tersebut untuk menentukan kepemimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Sembilan kiai yang terpilih sebagai anggota AHWA dijadwalkan segera menggelar musyawarah tertutup guna menentukan figur Rais Aam serta memilih Ketua Umum PBNU ke depan.
Hasil Tabulasi Suara Anggota AHWA
Penetapan sembilan nama anggota majelis AHWA dilakukan usai panitia merampungkan proses tabulasi usulan tertulis dari para pemilik suara sah muktamar, yang mencakup Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir perolehan suara sah, berikut sembilan kiai dengan raihan dukungan tertinggi:
- KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) memperoleh 486 suara (10,31 persen)
- TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled NU) memperoleh 478 suara (10,14 persen)
- AG KH Baharuddin HS memperoleh 392 suara (8,3 persen)
- KH Miftachul Akhyar memperoleh 351 suara (7,4 persen)
- KH Afifuddin Muhajir memperoleh 340 suara (7,2 persen)
- KH Anwar Iskandar memperoleh 327 suara (6,9 persen)
- KH Anwar Manshur (Lirboyo) memperoleh 304 suara (6,4 persen)
- Dr KH Abun Bunyamin, MA memperoleh 297 suara (5,7 persen)
- Prof Dr KH Said Aqil Siroj memperoleh 273 suara (5,8 persen)
Prosedur Pengamanan Berkas Usulan
Proses pengumpulan suara usulan AHWA menerapkan pengamanan ketat sebelum sidang pleno penetapan digelar. Berkas usulan dari struktur kepengurusan wilayah, cabang, dan cabang istimewa dimasukkan ke dalam enam wadah transparan tersegel yang tidak bisa dibuka.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kotak-kotak tersebut ditempatkan di sebuah ruangan khusus tepat di depan kediaman Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdul Rozaq Sholeh (Gus Rozaq). Area penyimpanan dipantau secara langsung melalui kamera pengawas (CCTV) dan dijaga ketat oleh 15 anggota Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) Ponpes Bahrul Ulum yang bertugas secara bergantian selama 24 jam nonstop hingga proses penghitungan rampung.






