Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper 9, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, menyisakan dampak mendalam bagi ratusan warga, termasuk anak-anak usia sekolah. Peristiwa yang terjadi pada Senin (31/8) tersebut menghanguskan sedikitnya 114 rumah dan memaksa 310 kepala keluarga atau sekitar 880 jiwa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda.
Akibat bencana tersebut, banyak siswa tidak lagi memiliki perlengkapan belajar karena seragam, tas, dan buku ikut terbakar. Menyikapi situasi darurat ini, pihak sekolah memberikan kebijakan dispensasi bagi siswa terdampak agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa harus mengenakan pakaian seragam resmi, bahkan diperbolehkan memakai sandal ke sekolah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Salah seorang warga korban kebakaran, Wulan (40), mengungkapkan bahwa anaknya yang duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar (SD) harus dievakuasi mendadak saat api mulai membesar. Ketika insiden terjadi, anaknya sedang sakit dan berada di lantai dua rumah sehingga langsung berlari menyelamatkan diri tanpa sempat membawa perlengkapan sekolah.
Menurut penuturan Wulan, guru di sekolah anaknya telah mengizinkan siswa datang dengan pakaian biasa demi memastikan hak pendidikan mereka tidak terhenti akibat musibah ini. Pihak sekolah memaklumi kondisi para murid yang kehilangan pakaian dan perlengkapan pokok mereka.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kendati mendapat kelonggaran seragam, Wulan dan warga terdampak lainnya sangat mengharapkan adanya bantuan penyediaan perlengkapan sekolah dari berbagai pihak. Dukungan berupa seragam pengganti, sepatu, buku, dan alat tulis dinilai sangat mendesak agar anak-anak korban kebakaran di Gambir dapat kembali menjalani rutinitas belajar secara normal.






