Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Annisa Mahesa, menyalurkan sejumlah bantuan sarana fisik untuk merespons keluhan warga di Kota Serang dan Kabupaten Serang, Banten. Tindak lanjut aspirasi ini berfokus pada dua sektor kebutuhan dasar di tingkat akar rumput, yakni penguatan sarana pendidikan Al-Qur'an serta fasilitas kebersihan lingkungan permukiman.
Langkah ini dilakukan setelah berlangsungnya agenda reses di lapangan, di mana warga menyampaikan adanya keterbatasan prasarana penunjang kegiatan sosial dan sanitasi yang belum terpenuhi secara optimal di wilayah mereka.
Fasilitas Belajar untuk TPA di Kecamatan Petir
Dalam kunjungan reses di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Annisa meninjau langsung operasional salah satu Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Fasilitas pendidikan keagamaan nonformal ini tercatat membina lebih dari 80 santri anak-anak, namun sarana belajarnya masih sangat terbatas.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Keterbatasan fasilitas ruang dan meja belajar membuat pengelola harus membagi aktivitas belajar mengaji ke dalam beberapa sesi pergantian waktu secara bertahap, mulai dari pagi, siang, hingga malam hari. Kondisi ini dinilai memperlambat efektivitas proses pembelajaran santri.
Sebagai solusi langsung di lapangan, Annisa mendistribusikan bantuan berupa sekitar 20 mushaf Al-Qur'an dan 35 unit meja lipat. Sarana tersebut dialokasikan agar santri dapat mengikuti proses belajar dengan lebih tertata tanpa harus terkendala ketiadaan alas tulis dan mushaf yang memadai.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pengadaan Motor Pengangkut Sampah Permukiman
Selain sektor pendidikan, Annisa juga merespons permasalahan kebersihan lingkungan yang dihadapi warga di Kota Serang dan Kabupaten Serang. Masalah pengangkutan sampah dari area permukiman warga menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) selama ini terkendala oleh minimnya armada penunjang di tingkat lingkungan.
Guna mengurai kendala tersebut, bantuan berupa unit kendaraan motor pengangkut sampah atau becak motor diserahkan kepada perwakilan masyarakat. Armada roda tiga ini difungsikan untuk mempercepat mobilisasi pengangkutan limbah rumah tangga di gang-gang permukiman yang sulit dijangkau kendaraan besar, sehingga penumpukan sampah liar di sekitar lingkungan warga dapat ditekan.






