Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing kembali mewarnai pasar modal domestik pada perdagangan paruh pertama hari ini. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per tengah hari pada Rabu (2/9/2026), pemodal nonresiden membukukan net sell sebesar Rp379,67 miliar di seluruh pasar.
Secara rinci, total nilai pembelian asing pada penutupan sesi I mencapai Rp2,47 triliun, kalah besar dibanding nilai penjualan yang menembus Rp2,85 triliun. Tekanan distribusi ini turut membayangi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,28 persen ke level 6.581,45.
Saham Perbankan Terus Diserap Asing
Meskipun arus dana asing secara keseluruhan keluar dari bursa, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar justru menunjukkan pola sebaliknya. Empat emiten perbankan papan atas sukses menduduki daftar lima besar saham dengan akumulasi beli bersih asing terbanyak sepanjang sesi 1.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan teratas sebagai saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp106,82 miliar. Posisi kedua disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan catatan beli bersih sebesar Rp92,01 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Akumulasi asing juga berlanjut pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan net buy Rp38,55 miliar. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bertengger di posisi kedelapan daftar beli bersih asing dengan torehan Rp26,28 miliar.
Di luar emiten keuangan, minat beli investor asing juga mengalir ke sektor komoditas dan tambang. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan net buy Rp43,73 miliar, disusul oleh emiten tambang PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang dibeli bersih senilai Rp35,70 miliar.
Tekanan Jual di Saham Telko dan Teknologi
Kontras dengan sektor perbankan yang ramai diakumulasi, tekanan jual asing terkonsentrasi kuat pada emiten telekomunikasi dan teknologi. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi sasaran lepas terbesar dengan net sell mencapai Rp95,93 miliar.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tekanan jual terbesar berikutnya dialami oleh emiten ekosistem digital PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai net sell Rp92,58 miliar. Aksi lego portofolio asing juga melanda saham komoditas dan energi lainnya, antara lain PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp53,05 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp46,68 miliar, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai Rp44,74 miliar.
Perdagangan sesi 1 secara umum berlangsung dinamis dengan frekuensi transaksi mencapai 1,51 juta kali dan volume pertukaran sebanyak 32,03 miliar lembar saham. Total nilai transaksi bursa menyentuh Rp9,91 triliun, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.505 triliun.
Pergerakan saham secara agregat menunjukkan pelemahan moderat di mana sebanyak 343 saham berakhir di zona merah, 276 saham berhasil menguat, dan 344 saham lainnya stagnan pada penutupan sesi pertama.






