tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Sikap Trump Berubah Drastis di Perang Iran, Ada Apa?

Sri NugrohoDiterbitkan 28 Agu 2026 - 00.14 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sikap Trump Berubah Drastis di Perang Iran, Ada Apa?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak lagi terburu-buru maupun menetapkan target waktu bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan. Sikap santai ini kontras dengan pernyataan awalnya saat perang AS-Iran pecah pada 28 Februari lalu, ketika ia memperkirakan eskalasi militer dapat diselesaikan hanya dalam waktu empat hingga enam minggu.

Dalam wawancara pada Rabu (26/8/2026), Trump menegaskan bahwa Washington berada pada posisi yang sangat menguntungkan akibat tekanan militer dan ekonomi yang diberlakukan terhadap Teheran. Ia mengklaim AS mencatatkan kemenangan besar dengan menyoroti lonjakan inflasi, keterpurukan ekonomi Iran, serta gelombang demonstrasi yang dihadapi pemerintah setempat.

Perubahan nada bicara Trump terjadi setelah jalur diplomasi sebelumnya menemui jalan buntu. Pada Juni, AS dan Iran sempat menyepakati nota kesepahaman berdurasi 60 hari yang membahas transit pelayaran melalui Selat Hormuz, peluang pencabutan sanksi, hingga perundingan program nuklir Teheran. Namun, kesepakatan sementara tersebut kedaluwarsa pada awal Agustus tanpa menghasilkan terobosan lanjutan.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Tekanan Ekonomi Maksimal dan Respons Teheran

Menyusul berakhirnya masa berlaku kesepakatan tersebut, Washington meluncurkan paket sanksi baru yang dijuluki para pejabat AS sebagai "Hari D Ekonomi" atau "Operasi Ekonomi Outcast". Langkah ini menargetkan Iran beserta 60 entitas di berbagai negara yang masih menjalin hubungan bisnis dengan Teheran.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras langkah tersebut. Otoritas Teheran menilai sanksi sepihak AS merupakan bentuk intimidasi sistematis sekaligus pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di dalam negeri Iran, tekanan ekonomi memicu pelemahan nilai tukar yang tajam. Mata uang rial anjlok hingga melampaui level 2 juta rial per dolar AS di pasar bebas. Kondisi ini mendongkrak harga kebutuhan pokok secara drastis dibanding level sebelum perang, dengan harga tomat melonjak 71 persen, daging ayam naik 74 persen, dan minyak goreng meroket hingga 177 persen.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Keterbatasan Sanksi dan Perdagangan dengan China

Meski Trump menilai dampak ekonomi akan memaksa Teheran melunak, sejumlah pengamat meragukan efektivitas strategi tersebut dalam mengubah kebijakan keamanan Iran. Trita Parsi dari Quincy Institute menilai sanksi memang membebani kehidupan masyarakat Iran secara signifikan, tetapi tekanan ekonomi tidak serta-merta bertransformasi menjadi kompromi politik dari pemerintah Teheran.

Selain itu, efektivitas kampanye isolasi ekonomi AS menghadapi tantangan struktural di pasar komoditas global. Sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran mengalir ke China, sementara pemerintah AS hingga kini belum menargetkan sejumlah entitas besar asal China yang aktif dalam jaringan perdagangan minyak tersebut.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranAmerika Serikat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap