tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Sinergi Kabupaten Bandung dan KPK RI dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih

Ance ManoppoDiterbitkan 9 Agu 2026 - 02.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sinergi Kabupaten Bandung dan KPK RI dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah nyata untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih melalui kolaborasi erat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Langkah strategis ini ditandai dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Bandung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertemuan penting yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, serta dihadiri oleh Tim Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK RI untuk menyelaraskan langkah pencegahan korupsi

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
di tingkat daerah.

Bagaimana bentuk sinergi yang dibangun antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan KPK RI?

Kolaborasi antara Kabupaten Bandung dan KPK RI difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan daerah melalui tiga pilar utama, yaitu peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengawasan. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk membangun sistem pencegahan korupsi yang lebih kokoh di lingkungan birokrasi. Kehadiran Tim Satgas Korsup KPK RI bertujuan memberikan asistensi langsung agar pengawasan internal berjalan lebih optimal, sehingga dapat menutup celah potensi penyimpangan anggaran maupun wewenang sejak dini.

Siapa saja pihak yang menghadiri rapat koordinasi pengawasan tersebut?

Rapat koordinasi yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Bandung ini dihadiri oleh jajaran pejabat teras daerah yang memiliki peran vital dalam pengambilan keputusan. Selain Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Inspektur Kabupaten Bandung, serta para kepala perangkat daerah. Dari pihak eksternal, hadir secara langsung jajaran Tim Korsup KPK RI. Keterlibatan seluruh elemen ini penting untuk memastikan bahwa setiap instansi memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Baca Juga

Penipuan Seleksi CPNS di Jawa Timur, Modus Ujian Susulan Timbulkan Kerugian Lebih dari Rp20 Miliar

Penipuan Seleksi CPNS di Jawa Timur, Modus Ujian Susulan Timbulkan Kerugian Lebih dari Rp20 Miliar

Bagaimana respons Bupati Bandung terhadap rekomendasi dan masukan dari KPK?

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa setiap masukan, koreksi, dan rekomendasi yang diberikan oleh Tim Korsup KPK RI harus diterima dengan tangan terbuka oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Beliau menginstruksikan agar seluruh jajarannya segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut secara cepat, tepat, dan terukur. Langkah responsif ini dinilai sangat krusial agar perbaikan sistem birokrasi tidak hanya berhenti sebagai wacana, melainkan memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam pelayanan publik sehari-hari.

Apa peran strategis Tim Korsup KPK RI Wilayah II dalam program pendampingan ini?

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI, Arief Nurcahyo, menjelaskan bahwa kegiatan koordinasi dan supervisi ini merupakan bagian dari program pendampingan KPK kepada pemerintah daerah. Pendampingan ini difokuskan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengawasan di lingkungan pemerintah kabupaten. Asistensi ini berfungsi sebagai langkah preventif yang krusial untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi sebelum terjadi pelanggaran hukum yang merugikan keuangan negara atau daerah.

Baca Juga

Pramono Anung Pastikan Data Pajak Aman Usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta

Pramono Anung Pastikan Data Pajak Aman Usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta

Di mana saja nilai integritas harus diimplementasikan oleh jajaran aparatur sipil daerah?

Menurut Bupati Bandung, komitmen terhadap integritas tidak boleh hanya berhenti pada aspek formalitas atau sekadar menjadi semangat di atas kertas. Nilai integritas tersebut harus tercermin secara nyata dan konsisten dalam setiap kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah daerah, proses pemberian pelayanan publik kepada masyarakat, pengelolaan keuangan daerah, hingga setiap proses pengambilan keputusan di tingkat birokrasi. Dengan penerapan yang menyeluruh, integritas diharapkan menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap aparatur sipil di Kabupaten Bandung.

Meskipun komitmen penguatan pengawasan ini telah disepakati bersama dalam rapat koordinasi tersebut, informasi mengenai detail teknis implementasi sistem pengawasan baru maupun indikator keberhasilan kuantitatif dari program pencegahan ini belum dijabarkan secara rinci dalam pertemuan tersebut. Evaluasi berkala yang akan dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Bandung bersama KPK RI pada masa mendatang akan menjadi penentu efektivitas nyata dari sinergi pencegahan korupsi ini di lapangan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Tata KelolaKabupaten BandungPencegahan Korupsi

Berita Terbaru Lainnya

Penipuan Seleksi CPNS di Jawa Timur, Modus Ujian Susulan Timbulkan Kerugian Lebih dari Rp20 MiliarPramono Anung Pastikan Data Pajak Aman Usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI JakartaKebakaran Hanguskan Ratusan Hektare Savana Gunung Bromo, Sebagian Kawasan Wisata DitutupLaporan Dugaan Penganiayaan oleh Kombes Teddy Fanani Resmi Masuk Polda SumbarLansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan HP RaibKementan Catat Penerbitan 889 Sertifikat Hak PVT Guna Lindungi Nilai Bisnis Benih UnggulDanantara Perluas Akses Kepemilikan Rumah Pertama untuk Generasi Z melalui Danantara Housing Expo 2026BPK Ungkap Enam Tantangan Transformasi Government 5.0 di Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026